VIRAL24.CO.ID – ASAHAN — Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mendorong Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menambah kuota penerimaan calon praja asal Kabupaten Asahan. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperluas kesempatan generasi muda daerah memperoleh pendidikan di bidang pemerintahan.
Hal itu disampaikan Taufik saat mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Politik Pemerintahan IPDN yang berkolaborasi dengan Anggota Komisi II DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Asahan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Taufik, kehadiran jajaran IPDN di Asahan menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai pendidikan kedinasan, khususnya proses penerimaan calon praja IPDN.
“IPDN ini merupakan sekolah kedinasan. Dengan kehadiran Wakil Dekan Bidang Administrasi Fakultas Ilmu Politik dan Pemerintahan IPDN ini, kita dapat informasi tentang masuk ke IPDN,” ujar Taufik.
Ia mengatakan IPDN memiliki peran strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia di bidang pemerintahan. Selain pendidikan akademik, peserta didik juga dibekali kemampuan tata kelola pemerintahan dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Taufik menilai putra-putri daerah perlu mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk mengikuti pendidikan di IPDN. Lulusan IPDN diharapkan dapat berkontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Di IPDN anak-anak kita dididik untuk menata kelola pemerintahan dan ditempa untuk mengabdi kepada masyarakat,” katanya.
Karena itu, Taufik berharap IPDN memberikan perhatian lebih terhadap putra-putri Kabupaten Asahan melalui penambahan kuota penerimaan calon praja dari daerah tersebut.
“Kita berharap kepada Wakil Dekan Bidang Administrasi Fakultas Ilmu Politik dan Pemerintahan IPDN dapat menambah kuota anak-anak Asahan untuk masuk IPDN,” harapnya.
Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengapresiasi pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Politik Pemerintahan IPDN yang melibatkan pemerintah daerah dan DPR RI. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka ruang komunikasi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, legislatif dan masyarakat.
“Bagi saya, program Pengabdian Masyarakat Fakultas Politik Pemerintahan IPDN berkolaborasi bersama Anggota Komisi II DPR RI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Asahan ini sangat bagus. Untuk itu saya bersyukur dan berterima kasih kepada IPDN yang telah membuka peluang ini,” ujar Ahmad Doli.
Ia mengatakan pengelolaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki wilayah luas membutuhkan tata kelola pemerintahan yang baik serta sumber daya manusia berkualitas.
“Untuk mengelola NKRI yang luas ini bukan hal yang mudah. Diperlukan tata kelola yang baik untuk menjadikan NKRI ini menjadi semakin baik dan maju,” katanya.
Menurut Ahmad Doli, IPDN memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang pemerintahan. Karena itu, kesempatan memperoleh pendidikan di IPDN perlu terus dibuka bagi generasi muda di berbagai daerah.
“Maka dari itu kita memerlukan anak-anak yang memiliki kualitas tata kelola pemerintahan yang baik. Di IPDN anak-anak kita ditempa untuk hal tersebut,” jelasnya.
Ia juga mendukung aspirasi Pemerintah Kabupaten Asahan agar putra-putri daerah memperoleh kesempatan lebih besar untuk mengikuti pendidikan di IPDN.
“Kita meminta kepada IPDN untuk menambah kuota bagi anak-anak Asahan masuk IPDN,” tegas Ahmad Doli.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Anatomi Komunikasi Dewan: Mengembalikan Makna Substantif Wakil Rakyat dalam Demokrasi Perwakilan”. Turut hadir Wakil Bupati Asahan, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Wakil Dekan Bidang Administrasi Fakultas Ilmu Politik dan Pemerintahan IPDN, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, camat, serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan ditutup dengan pertukaran plakat antara Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin dan Wakil Dekan Bidang Administrasi Fakultas Ilmu Politik dan Pemerintahan IPDN. (RE)






