VIRAL24.CO.ID – TAPANULI UTARA — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menggelar Gerakan Pangan Murah selama dua hari, 1–2 Oktober 2026, di Tarutung. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Tapanuli Utara ke-81 sekaligus upaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Sejumlah komoditas pangan disediakan dengan harga di bawah atau lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Minyak goreng tersedia sebanyak 7.200 liter dengan harga Rp15.000 per liter, gula pasir 500 kilogram seharga Rp17.800 per kilogram, tepung terigu 500 kilogram Rp13.000 per kilogram, serta telur sebanyak 200 papan dengan harga Rp48.000 per kilogram.
Selain kebutuhan pokok tersebut, masyarakat juga dapat memperoleh komoditas pangan lainnya, seperti cabai merah, bawang merah dan tomat. Kegiatan ini diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan.
Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., mengatakan Gerakan Pangan Murah diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama warga yang membutuhkan.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini masyarakat dapat terbantu. Biarlah kegiatan ini dapat berdampak kepada masyarakat. Kita harus mengutamakan masyarakat yang betul-betul membutuhkan,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, Gerakan Pangan Murah bukan kali pertama dilaksanakan Pemkab Tapanuli Utara. Kegiatan serupa telah digelar pada bulan sebelumnya sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil koordinasi Pemkab Tapanuli Utara dengan Perwakilan Bank Indonesia Sibolga dan Perum Bulog. Dukungan kedua lembaga tersebut turut menunjang penyediaan komoditas pangan dalam kegiatan.
Bupati berharap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ke depan semakin melibatkan produk hasil pertanian Tapanuli Utara. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga membuka pasar bagi petani dan memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.
“Ini juga merupakan hasil pertanian dari Tapanuli Utara. Saya berharap ke depan untuk kebutuhan MBG (Makan Bergizi Gratis) juga dapat berasal dari seluruh wilayah Tapanuli Utara, sehingga masyarakat kita, khususnya para petani, dapat semakin sejahtera,” katanya. (TD)










