VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional Sumatera Utara mulai menunjukkan tren penurunan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengintensifkan langkah stabilisasi pasokan dan harga untuk menjaga daya beli masyarakat.
Berdasarkan data pengendalian inflasi daerah per 27 Februari 2026, harga daging ayam di Pasar Sei Sikambing Medan tercatat Rp41.386 per kilogram. Harga terendah berada di Asahan dan Tebingtinggi sebesar Rp32.000 per kilogram, sementara harga tertinggi di Kota Sibolga mencapai Rp55.072 per kilogram. Rata-rata Indeks Harga Konsumen (IHK) daging ayam di Sumut berada pada angka Rp43.665 per kilogram.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri dan Tertib Niaga (PPDN-TN) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Sumut, Charles T.H. Situmorang, mengatakan harga ayam pada awal Ramadan sempat berada di kisaran Rp50.000 per kilogram dan kini mulai stabil di angka Rp45.000 per kilogram.
“Ini memang masih di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp40.000 per kilogram. Namun kami berupaya menurunkannya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM),” ujar Charles, Senin (2/3/2026).
GPM khusus daging ayam digelar pada 2–3 Maret di Pusat Pasar, Sei Sikambing, Petisah, Sukaramai, Medan Deli, Marelan, dan Bakaran Batu. Selanjutnya pada 9–10 Maret di lokasi yang sama dengan tambahan Gambir, serta 16–17 Maret di sejumlah pasar tersebut dengan tambahan Pancur Batu.
Selain pelaksanaan GPM, Dinas Perindag ESDM Sumut juga menggelar rapat koordinasi pada 24 Februari 2026 yang dipimpin Pelaksana Harian Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut, Yosi Sukmono. Rapat tersebut membahas ketersediaan dan stabilitas pasokan daging ayam menjelang Idulfitri.
Rapat dihadiri perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut, Biro Perekonomian Sumut, PUD Pasar Kota Medan, serta sejumlah pelaku usaha, antara lain PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Primafood International, PT Ciomas Adisatwa, dan PT Indojaya Agrinusa.
Dalam rapat tersebut, pelaku usaha memaparkan kondisi pasokan serta jalur distribusi ke pasar tradisional. Pemerintah daerah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga terkendali.
“Koordinasi ini bertujuan memperkuat pengawasan dan memastikan pasokan daging ayam mencukupi serta harga tetap stabil di wilayah Sumut,” kata Charles.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga ketahanan pangan daerah, mengantisipasi lonjakan permintaan, serta memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau menjelang Idulfitri 2026. (V24/RT)








