VIRAL24/CO.ID – MEDAN – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Medan menjadi momentum refleksi untuk memperkuat akses pendidikan yang merata dan inklusif.
Pemerintah Kota (Pemko) Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap menegaskan komitmennya bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga. Dalam momentum ini, ditegaskan tidak boleh ada lagi anak putus sekolah serta seluruh masyarakat harus mendapatkan akses pendidikan tanpa diskriminasi.
Anggota Komisi II DPRD Medan, Tia Ayu Anggraini, menilai peringatan Hardiknas harus menjadi penguat kebijakan nyata, bukan sekadar seremoni.
“Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah. Momentum Hardiknas harus dimanfaatkan untuk memastikan tidak ada hambatan, terutama bagi masyarakat kurang mampu dalam mengakses pendidikan,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dalam menghadirkan solusi konkret, salah satunya melalui program tebus ijazah yang dijalankan Pemko Medan.
Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis dalam membuka kembali akses pendidikan dan peluang kerja bagi masyarakat yang terkendala ijazah akibat keterbatasan ekonomi.
Berdasarkan data pemerintah, program tebus ijazah telah membantu penebusan ratusan ijazah warga dari berbagai jenjang pendidikan.
“Program ini sangat relevan dengan semangat Hardiknas. Banyak masyarakat sebelumnya tidak bisa melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan karena ijazah tertahan,” katanya.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan itu juga mendorong agar program tersebut diperluas dan disosialisasikan secara masif agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya.
Dengan sinergi antara DPRD dan Pemko Medan, diharapkan upaya menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan dapat terwujud, sejalan dengan semangat Hardiknas 2026. (Vin)






