VIRAL24.CO.ID – PAKPAK BHARAT – Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menghadiri rapat koordinasi pembebasan lahan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Senin (20/1/2025). Rapat tersebut digelar di Aula Cipta Kerta, Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut).
Rapat koordinasi ini diinisiasi Kejati Sumut dan dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Dr. Harli Siregar, SH, M.Hum. Sejumlah tokoh adat dari Sulang Silima Marga Berutu dan Marga Angkat turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Selain itu, rapat juga dihadiri Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Sumut, Nur Handayani, SH, MH, Sekretaris Daerah Pakpak Bharat Jalan Berutu, S.Pd, MM, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menjelaskan bahwa salah satu persoalan nasional yang cukup mendasar saat ini adalah keterbatasan pasokan energi di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Utara.
Oleh karena itu, pemerintah melalui PT PLN (Persero) dinilai sangat serius dan berkomitmen dalam memenuhi kebutuhan energi listrik bagi masyarakat. Ia berharap seluruh elemen, termasuk masyarakat adat Pakpak Bharat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dapat bersinergi dengan pemerintah pusat dan BUMN dalam mendukung pembangunan daerah.
“Ketika pembangunan ini berhasil, maka akan menjadi legacy yang baik bagi generasi yang akan datang,” ujar Harli Siregar.
Sementara itu, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor berharap seluruh tahapan persiapan pembangunan PLTA Kombih III berkapasitas hingga 45 megawatt (MW) dapat segera dirampungkan.
Dengan rampungnya tahapan persiapan tersebut, proses pembangunan diharapkan dapat segera dimulai, investor dapat masuk, dan kebutuhan energi listrik masyarakat bisa terpenuhi. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah persiapan, termasuk kelengkapan administrasi, yang memerlukan proses.
“Melalui rapat koordinasi ini, kami berharap dapat menghilangkan keragu-raguan di tengah masyarakat, khususnya para pemilik lahan yang terdampak pembangunan PLTA,” kata Franc Bernhard Tumanggor.
Saat ini, pemerintah pusat melalui PT PLN tengah mematangkan rencana pembangunan PLTA Kombih III yang akan dibangun di aliran Sungai Lae Kombih. Keberadaan pembangkit listrik tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan energi listrik di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, serta sebagian wilayah Provinsi Aceh. (JS)






