VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Ketua Terpilih Badan Musyawarah Masyarakat Minang Sumatera Utara (BM3) periode 2025–2030, Farianda Putra Sinik, berkomitmen membawa organisasi tersebut semakin maju dan berkembang.
Komitmen itu disampaikannya pada acara pembubaran pengurus lama BM3 Sumut yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Desa-Desa Resto, Jalan Setia Budi, Medan, Kamis (5/2/2026).
“Saya tetap menerima masukan dari pengurus lama yang telah berjasa dan sebelumnya menduduki jabatan strategis dalam kepengurusan BM3 Sumut,” ujar Farianda.
Farianda yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara itu menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang dipimpin H. Sahruddin Ali bersama Sekretaris Yunan Sirhan serta seluruh pengurus yang telah berkontribusi membesarkan organisasi.
Ia juga menyatakan kepengurusan BM3 Sumut periode 2025–2030 akan dirampingkan dengan menempatkan figur-figur yang siap bekerja keras memajukan organisasi masyarakat Minang di Sumatera Utara tersebut.
“Ke depan kita akan membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, termasuk dengan para menteri, gubernur, dan pejabat lainnya,” katanya.
Menurutnya, pengurus lama tetap akan dilibatkan dalam organisasi. H. Sahruddin Ali dan Yunan Sirhan direncanakan akan menempati posisi sebagai penasihat dan dewan pembina BM3 Sumut periode 2025–2030.
Sementara itu, Ketua BM3 Sumut periode sebelumnya H. Sahruddin Ali dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Farianda Putra Sinik sebagai ketua terpilih beserta jajaran pengurus baru.
Ia berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan kerja sama dan membawa BM3 Sumut semakin berkembang.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia Dr. Yohny Anwar, MM, MH yang berharap kepengurusan BM3 Sumut periode 2025–2030 dapat semakin memajukan organisasi dan memperkuat peran masyarakat Minang di Sumatera Utara.
Puasa sebagai Madrasah Spiritual
Sebelum acara buka puasa bersama, Buya Rafdinal menyampaikan tausiah tentang makna Ramadhan bagi umat Islam. Ia mengatakan puasa Ramadhan ibarat madrasah spiritual yang membentuk pribadi menjadi lebih baik.
“Puasa Ramadhan meningkatkan ketakwaan, memperkuat nilai-nilai sosial, serta mengajak umat untuk berbuat kebaikan dan menjauhi kemungkaran,” ujarnya.
Menurutnya, ibadah puasa juga menjadi sarana menyucikan jiwa sekaligus menghadirkan keberkahan dan kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan makan malam bersama seluruh tamu yang hadir. (Erwan)










