Zakiyuddin Dampingi Dua Menteri dan DPR RI Tinjau Rusunawa Seruwai

Medan87 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin, mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta anggota DPR RI Komisi V Dapil Sumut, Musa Rajekshah (Ijeck), meninjau Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Seruwai di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (9/10/2025) malam.

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kondisi fasilitas rusun dalam keadaan baik serta membahas rencana pembangunan rumah susun baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Atas nama Pemko Medan, kami mengucapkan terima kasih. Ini sejarah — dua menteri sekaligus hadir meninjau Rusunawa. Semoga pembangunan segera terealisasi dan gedung baru bisa diserahterimakan tahun depan,” ujar Zakiyuddin.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa lahan Rusunawa Seruwai merupakan milik Pemerintah Kota Medan dan sangat ideal untuk pengembangan kawasan hunian.

“Saya datang bersama sahabat saya, Pak Ijeck, anggota Komisi V DPR RI dari dapil ini. Tujuannya meninjau sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait pembangunan rumah susun bagi MBR,” ujar Maruarar.

Ia menambahkan bahwa hasil peninjauan menunjukkan lingkungan sekitar sudah layak dikembangkan. Saya sudah bertemu warga. Airnya baik, tempatnya nyaman, dan lahannya kosong, tidak ada yang menduduki. Ini bagus untuk dikembangkan, jelasnya.

Maruarar juga menegaskan bahwa pihaknya telah menugaskan Dirjen terkait untuk segera menindaklanjuti hasil kunjungan tersebut bersama Pemko Medan. Saya sudah tugaskan Ibu Dirjen untuk berkoordinasi dengan Pemko Medan agar semua proses administrasi dibereskan. Data lahan dan status hukumnya harus jelas, tegasnya.

Selain pembangunan Rusunawa baru, Maruarar turut menyinggung program rumah subsidi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, dengan target pembangunan 350.000 unit rumah tahun ini. Subsidi bunganya hanya 5 persen, uang mukanya 1 persen, dan tenor hingga 20 tahun. BPHTB dan PBB juga digratiskan bagi MBR, kata Maruarar.

Ia menambahkan, pembangunan perumahan harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Rumah perlu kehidupan. Karena itu, ekonomi rakyatnya juga harus dibangun — termasuk UMKM, kontraktor, dan toko bangunan agar ikut tumbuh, ujarnya.

Sementara itu, Musa Rajekshah (Ijeck) menyatakan bahwa Komisi V DPR RI akan terus mendorong pemerataan program perumahan rakyat di seluruh daerah. Kami ingin masyarakat memiliki rumah layak huni sesuai program Presiden Prabowo. Selain rumahnya, para kontraktor, developer, hingga UMKM juga bisa merasakan manfaat dari kredit murah dan subsidi pemerintah, tutur Ijeck.

Kepala UPT Rusunawa Seruwai, Syahrun Harahap, menjelaskan bahwa tiga tower yang sudah beroperasi — Tower A, B, dan C — telah dikelola oleh Dinas Perkimciktaru dan menjadi aset milik Pemerintah Kota Medan. Semua dokumen sudah lengkap, asetnya resmi milik Pemko Medan, ujar Syahrun.

Ia menambahkan, Tower D masih dalam proses peralihan administrasi dari Kementerian PUPR ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Seluruh lahan, termasuk yang akan digunakan untuk pembangunan baru, merupakan milik Pemko Medan dengan luas sekitar enam hektare.

Rencananya akan dibangun dua tower tambahan. Jika sebelumnya modelnya kembar, maka yang baru nanti akan berbentuk tower tunggal, jelasnya. Setiap tower terdiri atas 96 unit hunian, dengan total 384 unit. Bangunan memiliki lima lantai — lantai dasar digunakan untuk parkir, sementara hunian dimulai dari lantai dua hingga lantai lima. (Vin)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *