Wamendagri Bima Arya Dorong Mahasiswa HI Hadapi Dinamika Global

Daerah, Jakarta18 views

VIRAL24.CO.ID – JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak mahasiswa Hubungan Internasional (HI) untuk memahami tanda zaman dan menyiapkan diri menghadapi dinamika global. Pesan ini disampaikan saat keynote speech pada pembukaan Binus International Relations Festival (Birfest) 2025 dengan tema “The Age of Recalibration: Connecting Youth Across Borders”  di Auditorium Universitas Binus Kampus Anggrek, Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Dalam paparan tersebut, Bima Arya menekankan pentingnya memahami konteks global dan informasi yang tersedia sebagai dasar pengambilan keputusan. Ia mengisahkan perjalanan studinya dari mahasiswa HI Universitas Parahyangan hingga menjadi dosen, Wali Kota Bogor, dan kini Wamendagri. Menurutnya, dunia menawarkan berbagai skenario dan pilihan yang harus dianalisis secara kritis.

Bima menyoroti perubahan geopolitik dunia yang memengaruhi kebijakan negara, termasuk dinamika kepemimpinan di Amerika Serikat, terpilihnya Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York, dan munculnya Rob Jetten sebagai Perdana Menteri Belanda termuda. Ia menekankan bahwa masyarakat kini menilai pemimpin berdasarkan program konkret dan solusi nyata, bukan hanya faktor usia.

Selain itu, Bima menekankan bonus demografi Indonesia sebagai peluang strategis dalam dua dekade ke depan. Ia mengingatkan tantangan utama adalah keluar dari jebakan pendapatan menengah. Mahasiswa HI didorong untuk memahami disrupsi global dan memanfaatkan peluang agar Indonesia menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar dunia.

Dalam kesempatan itu, Bima juga menjelaskan dua konsep penting dalam studi HI, yaitu two-level games dari Robert D. Putnam dan prisoner’s dilemma dalam teori permainan. Kedua konsep ini membantu mahasiswa memahami diplomasi, strategi global, dan pengambilan keputusan berdasarkan kalkulasi risiko serta logika.

Bima menutup sambutannya dengan mengajak mahasiswa membangun jejaring positif, menjauhi pergaulan negatif, dan menumbuhkan jiwa aktivis dengan wawasan global sekaligus berakar pada nilai nasionalisme. “Pemimpin selalu berada dalam orbit pemimpin. Masa depan itu disiapkan, bukan dinantikan. Jangan sia-siakan waktu dengan teman yang toxic,” tegasnya. (V24/M.Rambe)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *