VIRAL24.CO.ID – ASAHAN – Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2025 resmi ditutup oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, SH., M.A.P., di Lapangan Sepak Bola Perkebunan Pulahan, Kecamatan Air Batu, Senin malam (4/8/2025).
Penutupan berlangsung dalam suasana hangat dan khidmat, menjadi penegasan bahwa seni qasidah bukan sekadar ajang lomba tahunan, melainkan bagian dari budaya dan dakwah masyarakat.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Asahan, H. Efi Irwansyah Pane, M.K.M., Sekretaris Daerah, perwakilan Forkopimda, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, camat se-Kabupaten Asahan, serta masyarakat Kecamatan Air Batu yang memadati lokasi hingga akhir acara.
Ketua Panitia II FSQ 2025 yang juga Asisten Administrasi Umum Setdakab Asahan, Drs. Muhilli Lubis, M.M., melaporkan bahwa kegiatan berlangsung sejak 31 Juli hingga 4 Agustus 2025 dan berjalan lancar berkat dukungan lintas sektor, khususnya masyarakat Air Batu. Ia menekankan bahwa FSQ bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat warisan seni Islami yang sarat nilai moral dan spiritual.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Asahan menyampaikan bahwa seni qasidah merupakan bagian dari syiar Islam yang menyampaikan pesan moral secara santun dan damai. Ia menilai, kegiatan seperti ini patut mendapat dukungan, tidak hanya dari sisi anggaran, tetapi juga melalui kebijakan yang mendorong pembinaan karakter masyarakat, khususnya generasi muda.
“Seni seperti inilah yang membentuk peradaban. Ini bukan sekadar perlombaan, tetapi soal membentuk watak dan kesadaran,” ujar Efi Irwansyah.
Sementara itu, Wakil Bupati Asahan dalam sambutannya menegaskan bahwa FSQ harus memberi dampak nyata di tengah masyarakat. Ia menyebut, kegiatan ini tidak akan berarti jika seni qasidah hanya hadir di panggung festival tanpa mengakar dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin qasidah hidup di tengah masyarakat, bukan hanya saat kompetisi. Juara FSQ belum tentu otomatis mewakili Asahan di tingkat provinsi. Seleksi dan pemusatan latihan (TC) akan dilakukan untuk memilih tim terbaik, baik dari segi kualitas seni maupun kekuatan pesan dakwahnya,” tegas Rianto.
Wabup juga menyampaikan pesan kepada peserta yang belum meraih juara untuk tetap semangat dan tidak berkecil hati. Ia mengajak semua peserta terus berlatih dan menjaga niat ikhlas dalam melestarikan seni Islami.
“Bukan piala yang utama, tapi nilai yang kita bawa dan wariskan,” katanya.
Pada penutupan acara, Wakil Bupati menyerahkan Piala Juara Umum kepada Kecamatan Kota Kisaran Barat, yang tampil dominan dalam sejumlah kategori. Masyarakat Kecamatan Air Batu sebagai tuan rumah juga mendapat apresiasi khusus atas partisipasi aktif, keramahan, dan suasana kekeluargaan yang terbangun selama kegiatan.
Daftar Pemenang FSQ Asahan 2025 Group Rebana Klasik Remaja Putri:
Juara I: Kecamatan Kota Kisaran Barat
Juara II: Kecamatan Air Joman
Juara III: Kecamatan Sei Kepayang
Harapan I: Kecamatan Air Batu
Harapan II: Kecamatan Simpang Empat
Harapan III: Kecamatan Buntu Pane
Group Rebana Klasik Remaja Putra:
Juara I: Kecamatan Kota Kisaran Barat
Juara II: Kecamatan Air Joman
Juara III: Kecamatan Buntu Pane
Harapan I: Kecamatan Air Batu
Harapan II: Kecamatan Rahuning
Harapan III: Kecamatan Pulau Rakyat
Group Rebana Klasik Dewasa Putri:
Juara I: Kecamatan Sei Dadap
Juara II: Kecamatan Teluk Dalam
Juara III: Kecamatan Silau Laut
Harapan I: Kecamatan Meranti
Harapan II: Kecamatan Aek Songsongan
Group Rebana Klasik Dewasa Putra:
Juara I: Kecamatan Air Batu
Juara II: Kecamatan Kota Kisaran Barat
Juara III: Kecamatan Tanjung Balai
Harapan I: Kecamatan Sei Dadap
Harapan II: Kecamatan Teluk Dalam
Harapan III: Kecamatan Sei Kepayang Barat
Penutupan FSQ 2025 bukanlah akhir dari sebuah perayaan, melainkan awal dari tanggung jawab kolektif untuk menjaga agar seni qasidah tetap hidup, berkembang, dan mengakar dalam kehidupan masyarakat. Seperti disampaikan oleh Wabup dan Ketua DPRD, seni Islami ini adalah jalan sunyi yang lembut namun kuat dalam membentuk jiwa yang beriman dan berbudaya. (RE)










