Wabup Taput Dorong Petani Jadi Wirausaha Pengolahan Pupuk Organik

VIRAL24.CO.ID – TAPANULI UTARA — Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., mendorong petani mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal, salah satunya melalui pengolahan bahan organik menjadi pupuk organik. Upaya ini dinilai dapat meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, membuka peluang kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Deni saat menghadiri pembukaan kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru (WUB) Industri Kecil dan Menengah (IKM) Komoditas Pengolahan Pupuk Organik di GOR Chessan, Kecamatan Pahae Jae, Senin (27/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada 27–30 Oktober 2026 tersebut diselenggarakan melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Deni menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, atas perhatian dan dukungannya terhadap pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya petani di Kecamatan Pahae Jae. Ia juga mengapresiasi Kementerian Perindustrian dan Bank Sumut yang turut mendukung peningkatan kapasitas wirausaha, termasuk melalui pembekalan mengenai usaha dan permodalan.

Deni menegaskan bahwa masyarakat perlu didorong agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja. Menurutnya, potensi pertanian dan peternakan di Kabupaten Tapanuli Utara harus dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan ialah pengolahan bahan-bahan organik menjadi pupuk organik. Selain membuka kesempatan usaha baru, pengembangan produk tersebut diharapkan mendukung pertanian berkelanjutan dan memperkuat perekonomian masyarakat di daerah.

Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan potensi ekonomi masyarakat di Kecamatan Pahae Jae. Melalui program ini, para petani diharapkan memperoleh keterampilan untuk mengembangkan potensi daerah menjadi usaha produktif yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Industri Aneka Kementerian Perindustrian, Reny Meilany, S.Si., M.Si., menekankan pentingnya peningkatan keterampilan dan kapasitas pelaku usaha dalam menumbuhkan wirausaha baru. Pengembangan IKM berbasis potensi lokal, termasuk pengolahan pupuk organik, diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan usaha, serta mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni wirausahawan Mayer Silaban, pemilik Montero; Pimpinan Cabang Bank Sumut, Waringin Hutabarat; Pimpinan Cabang Pembantu Bank Sumut, Frengki Tambunan; serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tapanuli Utara, Eliston Lumbantobing, yang memberikan pembekalan terkait perizinan usaha.

Melalui pelatihan yang berlangsung hingga 30 Oktober 2026 ini, para petani peserta dari Kecamatan Pahae Jae diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk merintis serta mengembangkan usaha pengolahan pupuk organik secara produktif dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, DPR RI, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, lembaga keuangan, dan pelaku usaha diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendukung terwujudnya masyarakat Tapanuli Utara yang mandiri dan sejahtera. (TD)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *