Tito Paparkan Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera, Pengungsi Turun Signifikan

Daerah, Jakarta51 views

VIRAL24.CO.ID – JAKARTA – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memaparkan progres pemulihan yang dinilai menunjukkan kemajuan signifikan. Hal itu disampaikannya dalam Konferensi Pers di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Tito mengatakan berbagai upaya percepatan terus dilakukan, antara lain dengan mengerahkan alat berat serta melibatkan personel lintas kementerian dan lembaga. Selain itu, mahasiswa dan taruna sekolah kedinasan juga diterjunkan untuk membantu proses pemulihan di lapangan.

“Semua upaya dilakukan untuk percepatan pemulihan,” ujar Tito.

Berdasarkan laporan harian Posko Satgas per Selasa (10/2/2026), jumlah pengungsi di tiga wilayah terdampak—Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar)—mengalami penurunan signifikan. Dari sebelumnya 2.178.269 orang pada 2 Desember 2025, kini tersisa 74.369 orang yang masih berada di pengungsian.

Dalam pemaparan tersebut, Tito menyoroti progres pembersihan lumpur yang terus berjalan. Di Aceh, dari 263 lokasi terdampak, sebanyak 156 lokasi telah dibersihkan dan 107 lainnya masih dalam proses. Di Sumut, pembersihan telah rampung di 4 dari 11 lokasi, sedangkan Sumbar telah menyelesaikan seluruh 29 lokasi sasaran.

Pada sektor pelayanan dasar, seluruh fasilitas kesehatan di tiga provinsi dilaporkan tetap beroperasi. Di Aceh, dua puskesmas yang mengalami kerusakan berat tetap memberikan layanan dengan memanfaatkan fasilitas di luar gedung.

Sementara itu, ribuan fasilitas pendidikan terdampak terus didorong agar segera kembali beroperasi normal.

Di sektor infrastruktur, pemulihan ketenagalistrikan dan telekomunikasi menunjukkan perkembangan positif. Sumbar telah mencapai pemulihan listrik dan jaringan internet 100 persen. Aceh dan Sumut juga hampir sepenuhnya pulih, dengan sisa pelanggan dan Base Transceiver Station (BTS) yang masih dalam proses penanganan.

Pembangunan sumur bor serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) darurat juga terus dipercepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Tito menekankan pentingnya pemulihan ekonomi lokal. Pasar rakyat yang terdampak di ketiga provinsi telah kembali difungsikan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat mulai bergerak. Selain itu, lebih dari 2.000 rumah ibadah di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah kembali digunakan.

Terkait bantuan hunian, pembangunan hunian sementara (huntara) terus dikebut. Dari target 17.036 unit di tiga provinsi, sebanyak 5.489 unit telah selesai dibangun. Sementara pembangunan hunian tetap (huntap) mulai berjalan dengan progres awal di Aceh dan Sumbar.

Dalam penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH), realisasi telah mencapai hampir 50 persen, dengan capaian tertinggi di Sumbar. Tito meminta percepatan proses administrasi dan teknis agar penyaluran DTH dan pembangunan huntap dapat segera meningkat.

Untuk mendukung percepatan pemulihan, personel TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), relawan, serta tenaga kesehatan telah dikerahkan di wilayah terdampak. Ribuan taruna dan mahasiswa sekolah kedinasan juga turut membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi. (V24/M.Rambe)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait