VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap menegaskan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif pada 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Sulaiman saat membuka Rapat Pleno Penetapan Program Kerja TPAKD Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, rapat pleno merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap program memiliki target terukur, indikator kinerja yang jelas, serta mekanisme monitoring dan evaluasi yang efektif.
“TPAKD harus menjadi motor penggerak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, memperluas akses keuangan masyarakat, serta mendukung pencapaian target pembangunan daerah tahun 2026,” ujarnya.
Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan guna merealisasikan program tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa pada 4 Februari 2026 telah dilaksanakan bimbingan teknis penyusunan program kerja TPAKD untuk memastikan arah kebijakan selaras dengan prioritas nasional dan pembangunan daerah.
Secara khusus, Sumut telah menyusun 27 program kerja TPAKD yang telah diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah dan prioritas nasional. Program tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut dalam memperluas akses keuangan, memperkuat sektor UMKM, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta mempercepat digitalisasi ekonomi daerah.
Adapun fokus program kerja TPAKD 2026 mencakup penguatan jaringan akses keuangan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, serta kampanye literasi keuangan guna mewujudkan masyarakat yang cerdas dan terlindungi secara finansial.
Program lainnya meliputi Siswa Teladan “Satu Rekening Satu Pelajar” untuk memperluas akses keuangan pelajar, serta pengembangan UMKM Tangguh melalui optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu, TPAKD juga mendorong penguatan sinergi melalui klaster kemitraan sektor unggulan dan pengembangan UMKM berbasis digital.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk bekerja dengan semangat kolaboratif, inovatif, dan akuntabel demi terwujudnya Sumatera Utara yang inklusif secara keuangan, kuat secara ekonomi, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat,” kata Sulaiman.
Rapat pleno tersebut turut dihadiri Kepala OJK Sumut Khoirul Muttaqien, para sekretaris daerah kabupaten/kota se-Sumut, perwakilan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sumut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut, pimpinan industri jasa keuangan, serta pemangku kepentingan lainnya. (V24/RT)





