Pemprovsu dan TNI Pacu Rekonstruksi Jembatan di Taput dan Tapteng

Sumut54 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mempercepat pembangunan jembatan di sejumlah daerah terdampak bencana banjir untuk memulihkan konektivitas antarwilayah dan memastikan distribusi logistik bagi masyarakat tetap berjalan. Upaya ini dilakukan agar aktivitas warga di wilayah terdampak dapat segera kembali normal, khususnya di daerah dengan akses terbatas.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumut, Basarin Yunus Tanjung, yang juga menjabat Ketua Harian Satgas Penanganan Darurat Bencana Provinsi Sumut, menyampaikan hal tersebut dalam temu pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur, Medan, Rabu (25/2/2026).

“Ada 10 jembatan yang sedang kita bangun bekerja sama dengan TNI. Saat ini sudah siap delapan jembatan. Namun karena banjir kembali terjadi pada 11 dan 16 Februari, satu jembatan mengalami kerusakan dan akan diperbaiki kembali,” jelas Basarin.

Wilayah terdampak yang memiliki akses terbatas terdapat di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Di Taput, lokasi berada di Kecamatan Sipaholon dan Parmonangan, meliputi Desa Rura Julu Tomuan, Pertengahan, Huta Tua, dan Huta Julu Parbalik. Sementara di Tapteng, akses terbatas terdapat di Kecamatan Tukka dan Sibabangun, meliputi Desa Saur Manggita, Desa Sait Kalangan Dua, Desa Sigiring-giring, dan Desa Sibio-bio.

Pembangunan jembatan dilakukan dengan model rampo, berbahan besi, dilengkapi plat untuk tembok, dan bagian atasnya ditimbun tanah. Material disediakan Pemprov Sumut, sedangkan peralatan disiapkan TNI. Pembangunan bertujuan agar kendaraan roda empat dapat melintasi wilayah terdampak untuk mengangkut stok makanan.

“Kita juga melakukan penggalian timbunan di sepanjang jalan desa tersebut dan memperbaiki jembatan yang rusak. Jika cuaca mendukung, progres diharapkan selesai pada bulan Maret,” tambah Basarin.

Mengantisipasi banjir lanjutan, Pemprov Sumut juga melakukan operasi modifikasi cuaca pada 18–21 Februari di Bandara Silangit dan Bandara Kualanamu untuk mengurangi konsentrasi curah hujan di titik rawan.

Data pembaruan Posko Darurat Bencana Sumut per 25 Februari 2026 mencatat, masyarakat terdampak berjumlah 479.047 KK atau 1.803.725 jiwa. Jumlah pengungsi 909 KK atau 3.506 jiwa, korban meninggal 376 jiwa, luka-luka 4 jiwa, dan hilang 40 jiwa. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *