VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Kekecewaan warga Dusun Gadek, Desa Gilirejo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, memuncak. Puluhan warga menggelar aksi simbolik dengan menanam pohon pisang di tengah jalan rusak, Minggu pagi (4/1/2026), sebagai bentuk protes terhadap kondisi infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki.
Aksi tersebut ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Sragen yang dinilai belum memberikan perhatian serius terhadap kerusakan jalan yang selama ini menjadi akses utama warga. Selain menanam pohon pisang, warga juga menggelar doa bersama di atas ruas jalan yang rusak parah.
Jalan sepanjang sekitar 800 meter itu merupakan satu-satunya jalur keluar masuk Dusun Gadek menuju pasar, sekolah, pusat desa, hingga pusat pemerintahan kabupaten. Kondisi jalan yang berlubang dan licin dinilai sangat membahayakan pengguna, terutama saat musim hujan.
Dusun Gadek berada di wilayah paling ujung Desa Gilirejo dan berbatasan langsung dengan genangan Waduk Kedungombo. Sekitar 250 jiwa dari 60 kepala keluarga menggantungkan aktivitas sehari-hari melalui jalan tersebut.
Menurut warga, dalam satu tahun terakhir sedikitnya terjadi 11 insiden kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak. Hal ini membuat masyarakat merasa waswas setiap kali melintas, baik untuk bekerja, bersekolah, berobat, maupun memenuhi kebutuhan lainnya.
Ketua RT 07 Dusun Gadek, Eko Slamet Riyadi, mengatakan aksi ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus harapan kepada Bupati Sragen yang baru, Sigit Pamungkas, agar segera mengambil langkah nyata.
“Kami berada di wilayah paling ujung dan terpencil. Kalau jalannya rusak seperti ini, warga takut melintas. Kami hanya ingin jalan yang layak dan aman,” ujarnya.
Sementara itu, Nico Wauran, S.H., advokat sekaligus Direktur LBH Rakyat Merdeka Sragen yang mendampingi warga, menyampaikan bahwa permohonan perbaikan jalan telah diajukan setiap tahun melalui pemerintah desa, namun hingga kini belum terealisasi.
“Pada 2025 sempat ada rencana perbaikan, tetapi tidak jadi karena jalan ini merupakan kewenangan kabupaten. Karena itu tuntutan kami jelas, Pemerintah Kabupaten Sragen harus bertanggung jawab,” tegas Nico.
Warga Dusun Gadek menegaskan akan terus menyuarakan tuntutan hingga ada kepastian perbaikan. Bagi mereka, jalan tersebut bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Sragen. (Susantomo)







