VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Suara sirene terdengar keras dari kawasan Kantor Wali Kota Medan, Selasa (4/11/2025). Bunyi sirene tersebut mengagetkan para pegawai yang merasakan guncangan di gedung berlantai empat akibat gempa bumi. Seketika, para pegawai panik dan berupaya mencari tempat berlindung yang aman.
Tidak hanya pegawai, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, yang saat itu memimpin rapat bersama pimpinan perangkat daerah dan camat, juga merasakan guncangan dan mendengar suara sirene. Dengan sigap, Rico Waas dan peserta rapat berlindung di bawah meja sambil menundukkan kepala serta melindungi leher dengan tangan.
Sekitar satu menit kemudian, saat situasi dinyatakan aman dan suara sirene berhenti, petugas keamanan mengarahkan Wali Kota, kepala dinas, dan camat untuk segera turun menggunakan tangga dengan posisi tangan di atas kepala dan leher, kemudian berkumpul di titik kumpul evakuasi. Hal serupa dilakukan para pegawai di setiap lantai yang turun mengikuti jalur evakuasi sesuai arahan petugas.
Ketika hendak turun ke lantai bawah, beberapa pegawai terlihat terluka akibat tertimpa reruntuhan material bangunan yang tiba-tiba ambruk setelah gempa berkekuatan 9,2 skala Richter yang disebut berpusat di pantai barat Sumatera Utara. Sebagian korban dibantu rekan-rekannya untuk keluar dari gedung, sementara beberapa lainnya menunggu pertolongan karena mengalami luka berat.
Saat proses evakuasi berlangsung dan Wali Kota bersama pegawai telah berada di halaman kantor, terdengar ledakan akibat korsleting listrik yang memicu kebakaran di lantai empat. Suasana pun semakin mencekam dan membuat pegawai histeris.
Tak lama kemudian, sejumlah petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta unsur pentahelix seperti TNI, Polri, PMI Kota Medan, Orari, Rapi, Akademisi, Stikes Mitra Husada, dan para relawan tiba di lokasi dengan perlengkapan lengkap.
Begitu tiba, petugas langsung memadamkan api dan mengevakuasi pegawai yang masih terjebak di dalam gedung. Di tengah proses penyelamatan, Wali Kota Medan Rico Waas yang sudah berada di lokasi aman ikut membantu mengangkat tandu berisi pegawai yang terluka menuju tenda darurat. Ia juga menenangkan pegawai yang tampak trauma akibat peristiwa tersebut.
Proses penyelamatan juga dilakukan dari lantai tiga dengan menurunkan pegawai yang terjebak menggunakan tali (vertical rescue). Sementara di lantai empat, petugas menggunakan mobil tangga Damkarmat untuk membantu evakuasi melalui metode suspension rescue.
Namun, suasana menegangkan tersebut ternyata merupakan simulasi bencana yang digelar BPBD Kota Medan dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi.
Rico menjelaskan, melalui simulasi ini seluruh pihak—baik dirinya, pimpinan perangkat daerah, camat, maupun lurah—diharapkan memahami langkah awal yang harus dilakukan saat bencana terjadi. Menurut Rico, kegiatan seperti ini akan dilakukan secara rutin dan berkala, terutama di wilayah rawan bencana.
Ia menambahkan, simulasi yang berlangsung hari ini berjalan lancar, meski masih akan dilakukan evaluasi terhadap peralatan dan personel. (Vin)






