Rico Waas Tekankan PT KIM Harus Beri Dampak Ekonomi bagi Masyarakat

Medan38 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong PT Kawasan Industri Medan (KIM) Persero mengoptimalkan potensi kawasan untuk memperkuat daya tarik investasi. Pengembangan lahan, pembenahan pengelolaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.

Pertemuan tersebut juga membahas perubahan susunan direksi PT KIM berdasarkan keputusan para pemegang saham. Hal itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi jajaran Direksi PT KIM Persero di Balai Kota Medan, Selasa (1/9/2026).

Rico menyampaikan selamat kepada jajaran direksi baru dan berharap kepengurusan tersebut mampu membawa PT KIM dikelola lebih profesional serta memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian Kota Medan.

Menurut Rico, langkah awal yang perlu dilakukan jajaran direksi adalah memetakan seluruh potensi PT KIM secara menyeluruh. Pemetaan tersebut mencakup kondisi dan pemanfaatan lahan, sumber daya manusia, permodalan, hingga keunggulan dan kekurangan kawasan industri.

Dari hasil pemetaan tersebut, Rico berharap PT KIM dapat menentukan sektor yang perlu diperkuat sekaligus menyusun strategi yang lebih tepat untuk menarik investor. Ia menegaskan investasi yang masuk tidak boleh hanya berdampak pada aktivitas usaha di dalam kawasan, tetapi juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Rico juga meminta PT KIM memperkuat koordinasi dengan Pemko Medan agar pengembangan kawasan industri berjalan searah dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan kota. Menurutnya, sinergi pemerintah dan pengelola kawasan menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang kompetitif.

Sementara itu, Direktur Utama PT KIM Persero Alif Usman Amin mengatakan jajaran direksi baru tengah melakukan pembenahan internal dan menyiapkan berbagai langkah untuk meningkatkan daya tarik kawasan bagi calon investor. PT KIM saat ini mengelola kawasan industri seluas sekitar 1.000 hektare. Sebagian lahan masih dalam tahap pengembangan dan menjadi salah satu potensi yang dapat dioptimalkan untuk menampung investasi baru. (Vin)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *