VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (9/3). Laporan tersebut memuat capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah sepanjang tahun 2025.
Dalam penyampaiannya, Rico menjelaskan bahwa LKPJ disusun mengacu pada Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 1 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan 2025–2029 serta berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang kewajiban kepala daerah menyampaikan laporan kinerja kepada DPRD.
Di hadapan Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, para wakil ketua dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, pimpinan perangkat daerah, serta camat se-Kota Medan, Rico menyampaikan apresiasi kepada DPRD, partai politik, pemangku kepentingan pembangunan daerah, serta aparatur pemerintah yang telah bekerja sama menjalankan agenda pembangunan Kota Medan sepanjang 2025.
Rico memaparkan sejumlah indikator makro pembangunan Kota Medan yang menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Medan pada tahun 2025 mencapai 83,74 poin, meningkat 0,51 poin dibandingkan tahun 2024.
Laju pertumbuhan ekonomi Kota Medan pada 2025 tercatat 5,10 persen, meningkat 0,03 persen dari tahun sebelumnya. Sementara tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 7,25 persen, turun 0,69 persen dibandingkan tahun 2024. Adapun tingkat pengangguran terbuka pada 2025 tercatat 7,99 persen, menurun 0,14 persen dari tahun sebelumnya. Sementara rasio gini atau tingkat ketimpangan pendapatan berada pada angka 0,3620.
Dalam laporan tersebut, Rico juga memaparkan realisasi pengelolaan keuangan daerah Kota Medan tahun 2025. Pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp6,32 triliun atau 90,79 persen dari target Rp6,96 triliun. Pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3,09 triliun, pendapatan transfer Rp3,13 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp100 miliar.
Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp5,83 triliun atau 82,56 persen dari target Rp7,07 triliun, yang terdiri dari belanja operasi, belanja modal, serta belanja tidak terduga.
Rico juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang mencakup tujuh misi utama pembangunan Kota Medan. Di antaranya pembangunan kota berbasis budaya multikultural dengan 93 objek cagar budaya, rehabilitasi jalan sepanjang 195 kilometer, serta program zero lampu padam yang telah mencapai 90 persen lampu jalan menyala.
Peningkatan kualitas pelayanan publik juga tercermin dari capaian Indeks Pelayanan Publik dengan nilai A (4,54) serta Indeks Inovasi Daerah sebesar 58,16 yang melampaui target. Pada sektor ekonomi, nilai investasi di Kota Medan mencapai Rp14,59 triliun, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Program ketenagakerjaan juga mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja baru melalui berbagai kegiatan, salah satunya career expo. (Vin)









