Rico Waas Dorong SPPG Serap Produk UMKM dan Tenaga Kerja Lokal

Medan127 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan target pembangunan 255 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Medan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, mengurangi kemiskinan, serta memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengenai Kemitraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Pelaku Usaha Potensial di Kota Medan yang berlangsung di Gedung PKK Kota Medan, Jumat (29/5/2026).

Menurut Rico Waas, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan sehat bagi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi instrumen penggerak ekonomi kerakyatan melalui ekosistem SPPG. Ia menjelaskan, program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 700 ribu anak di 21 kecamatan di Kota Medan. Untuk mendukung target tersebut, Pemko Medan menargetkan pembangunan 255 SPPG.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak, Rico Waas mengatakan setiap SPPG diproyeksikan mampu menyerap 47 hingga 50 tenaga kerja lokal yang diprioritaskan bagi masyarakat rentan dalam kategori Desil 1 dan Desil 2. Rico Waas juga mendorong agar setiap dapur SPPG memprioritaskan pembelian bahan baku dari pelaku usaha di sekitarnya, mulai dari pedagang pasar, petani urban farming, peternak hingga pengrajin lokal.

Ia mencontohkan, warga yang memiliki usaha budidaya ikan lele atau nila dapat menjadi pemasok bahan pangan bagi SPPG sehingga manfaat ekonomi program tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan untuk program MBG sangat besar. Kebutuhan beras saja diperkirakan mencapai 183 ton per minggu, sementara kebutuhan daging ayam mencapai 21 ton per minggu.

Meski berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, Rico Waas mengingatkan agar seluruh pihak tetap mewaspadai risiko inflasi akibat meningkatnya permintaan bahan pangan.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Medan, Bank Indonesia, dan Badan Gizi Nasional menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang komprehensif dari hulu hingga hilir guna memastikan distribusi dan transaksi berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas harga pasar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Didit Widiana, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional Tengku Syahdana, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan. (Vin)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *