Resmikan Huntara di Tapsel, Mendagri Minta Validasi Ketat Penerima Bantuan

Sumut124 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, meresmikan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumut, Kamis (5/2/2026).

Peresmian Huntara untuk Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Tapanuli Utara (Taput) dipusatkan di lokasi Huntara Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Tapsel. Huntara tersebut telah dihuni warga terdampak bencana sembari menunggu pembangunan hunian tetap (Huntap).

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan, selain di Sumut, sebagian besar Huntara di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat juga telah ditempati masyarakat. Pemerintah pusat, kata dia, telah menyiapkan anggaran dan skema bantuan untuk pemulihan perumahan.

Adapun skema bantuan meliputi perbaikan rumah rusak ringan, sedang, dan berat dengan nilai masing-masing Rp15 juta, Rp30 juta, dan Rp60 juta per unit. Sementara bagi warga yang kehilangan rumah akibat hanyut, pemerintah akan membangunkan hunian tetap melalui BNPB untuk perorangan atau Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk perumahan.

“Saya minta pemerintah daerah kabupaten/kota melakukan pendataan dan validasi secara jelas terhadap penerima bantuan. Spesifikasinya harus tepat, karena ini uang negara,” tegas Tito Karnavian.

Pada kesempatan tersebut, Mendagri juga menyerahkan secara simbolis Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak. Bantuan diberikan sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan, ditambah uang lauk pauk Rp15 ribu per hari per orang bagi warga yang tinggal di rumah kontrakan.

Sementara itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumut memberikan perhatian serius terhadap penanganan pascabencana. Sejak akhir November 2025, pihaknya telah melakukan sejumlah kunjungan ke lokasi pengungsian dan menjadikan pemulihan sebagai prioritas utama.

“Kami menyiapkan dukungan anggaran untuk menyukseskan program pemerintah pusat, termasuk pembangunan hunian tetap. Jika lahan belum tersedia, Pemerintah Provinsi Sumut siap menyiapkannya,” ujar Bobby.

Ia juga menyebutkan, Pemprov Sumut menargetkan seluruh posko pengungsian dikosongkan dan masyarakat dipindahkan ke hunian yang lebih layak paling lambat pekan ketiga Februari 2026.

“Kami sepakat tidak ada lagi pengungsi sebelum Ramadan, atau paling lambat sebelum Idulfitri. Jika diperlukan, kami akan menyewa hotel bulanan agar masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan kondisi lebih baik,” ungkapnya.

Gubernur Bobby turut mengapresiasi sinergi dan kerja keras para kepala daerah di wilayah terdampak dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan pemulihan berjalan optimal.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Bobby Nasution mendampingi Mendagri meninjau hunian tetap (Huntap) yang telah dihuni warga terdampak di Kecamatan Angkola Selatan.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala BNPB Suharyanto, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemprov Sumut. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait