Rakernas APEKSI 2026 Diproyeksikan Putar Ekonomi Medan Rp72,3 Miliar

Ekonomi, Medan0 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi di Kota Medan mencapai sekitar Rp72,3 miliar. Kegiatan tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap sektor perhotelan, pariwisata, makanan dan minuman, UMKM, serta berbagai pelaku usaha lokal.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan, dari total proyeksi tersebut sekitar Rp17 miliar diperkirakan merupakan belanja langsung peserta dan panitia kepada pelaku usaha lokal. Besarnya potensi transaksi tersebut dinilai dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat selama pelaksanaan Rakernas.

Hal itu disampaikan Rico saat konferensi pers Rakernas XVIII APEKSI di Kota Medan, Rabu (01/7/2026). Menurutnya, proyeksi perputaran ekonomi tersebut telah dihitung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan dengan mempertimbangkan jumlah peserta serta berbagai aktivitas selama rangkaian kegiatan.

“Rp17 miliar itu merupakan belanja langsung kepada pelaku usaha lokal. Sementara total proyeksi perputaran ekonomi yang telah dihitung Bappeda mencapai kurang lebih Rp72,3 miliar. Mudah-mudahan target ini dapat tercapai karena setiap kota membawa rombongan yang cukup banyak, ditambah berbagai aktivitas formal maupun informal selama pelaksanaan Rakernas,” ujar Rico.

Rico menjelaskan, kontribusi terhadap perputaran ekonomi tersebut berasal dari sejumlah sektor. Sektor jasa penyelenggara kegiatan menjadi salah satu penyumbang terbesar, disusul sektor hotel dan akomodasi yang diproyeksikan memberikan kontribusi 37,30 persen. Sementara sektor makanan, minuman, dan UMKM diproyeksikan menyumbang 11,27 persen.

Untuk memperluas manfaat ekonomi Rakernas, Pemko Medan melibatkan 294 pelaku UMKM yang akan beraktivitas di sejumlah lokasi, antara lain Mal Pelayanan Publik, Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, dan Lapangan Benteng. Pelibatan UMKM tersebut diharapkan membuka akses pasar sekaligus meningkatkan transaksi pelaku usaha lokal.

Selain mendorong aktivitas ekonomi, Rakernas APEKSI menjadi momentum bagi Kota Medan untuk memperkenalkan potensi daerah kepada kepala daerah dan delegasi dari berbagai kota di Indonesia.

“Kami ingin menunjukkan apa yang dimiliki Kota Medan, mulai dari kebudayaan, kuliner, karakter masyarakat, hingga berbagai potensi kerja sama yang bisa dikembangkan bersama daerah lain,” kata Rico.

Rangkaian Rakernas telah dimulai sejak 28 Juni melalui kegiatan Youth City Changers (YCC). Selanjutnya, pada 1 Juli yang bertepatan dengan Hari Jadi ke-436 Kota Medan, digelar upacara peringatan hari jadi, Mayors Forum, Mayors Talk, pembukaan Indonesia City Expo (ICE), serta sejumlah agenda lainnya.

Pada 2 Juli, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan olahraga bersama, penanaman pohon, peresmian Tugu Kota Tangguh, sidang pleno Rakernas, hingga Colorful Medan Carnival yang diikuti delegasi dari 73 kota. Rangkaian kemudian ditutup dengan penutupan Indonesia City Expo pada 3 Juli dan Hiburan Rakyat pada 4 Juli.

Rico mengatakan antusiasme pemerintah kota untuk mengikuti Rakernas XVIII APEKSI cukup tinggi. Dari 98 kota anggota APEKSI, sebanyak 88 wali kota, empat wakil wali kota, dua sekretaris daerah, dan satu pejabat yang mewakili kepala daerah dipastikan hadir di Kota Medan.

Menurut Rico, Rakernas APEKSI tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi forum untuk menghasilkan rekomendasi strategis bagi pembangunan perkotaan. Sejumlah forum yang digelar meliputi Forum Pangan, Forum Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, dan Forum Komunikasi Digital (Komdigi).

“Harapannya, Rakernas ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan komitmen dan aksi nyata. Kami mendorong seluruh rekomendasi dari forum-forum tersebut dapat ditindaklanjuti oleh APEKSI sehingga benar-benar memberi manfaat bagi daerah,” ungkapnya.

Rico berharap penyelenggaraan Rakernas XVIII APEKSI dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi Kota Medan. Selain meningkatkan aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung, promosi potensi daerah dan terbentuknya jejaring antarkota diharapkan membuka peluang kerja sama ekonomi setelah Rakernas berakhir.

Sementara itu, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam mengatakan tingginya partisipasi kepala daerah dan perangkat daerah dalam Rakernas menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi antarkota di tengah tantangan fiskal. Menurutnya, Rakernas menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, merumuskan solusi bersama, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti demi kemajuan kota-kota di Indonesia.

Dengan proyeksi perputaran ekonomi mencapai Rp72,3 miliar dan keterlibatan ratusan pelaku UMKM, Rakernas XVIII APEKSI diharapkan tidak hanya memperkuat kolaborasi antarpemerintah kota, tetapi juga menjadi katalis bagi aktivitas ekonomi lokal, promosi UMKM, serta peningkatan daya tarik Kota Medan sebagai pusat kegiatan bisnis, perdagangan, dan pariwisata. (V24/ART/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *