PRSU 2026 Jadi Ajang Promosi Wine Mangga Kebanggaan Samosir

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Pemerintah Kabupaten Samosir memanfaatkan ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 untuk mempromosikan berbagai produk unggulan daerah, salah satunya Wine Mangga asal Huta Silimalombu, Kabupaten Samosir, yang disebut telah menembus pasar internasional hingga Jerman.

Produk tersebut dipamerkan di stan Pemerintah Kabupaten Samosir dan menjadi salah satu daya tarik pengunjung PRSU yang digelar di Jalan Gatot Subroto, Medan.

“Wine Mangga ini sudah sampai ke Jerman, tetapi diproduksi di Kampung Silimalombu yang berjarak sekitar 12 kilometer dari Tomok,” ujar Lambok Sigalingging saat ditemui di stan Pemkab Samosir, Rabu (8/7/2026) malam.

Menurut Lambok, usaha tersebut dirintis oleh Ratna Gultom, warga asli Samosir, bersama suaminya, Thomas, yang berasal dari Jerman. Mereka mengembangkan berbagai produk berbahan baku hasil pertanian lokal dengan memanfaatkan potensi alam di sekitar tempat tinggal mereka.

Selain menghasilkan Wine Mangga, mereka juga mengolah buah mangga yang tidak layak jual menjadi produk lain yang bernilai ekonomi, seperti hand sanitizer. Bahan baku lain yang dimanfaatkan antara lain kemiri, kelapa, dan sirsak.

“Semuanya berasal dari hasil alam yang tumbuh di sekitar rumah mereka. Tidak hanya mangga, tetapi juga kemiri, kelapa, hingga sirsak yang diolah menjadi berbagai produk,” kata Lambok.

Sementara itu, Srik Hutabarat menjelaskan, produksi Wine Mangga telah dimulai sejak 2014. Selama lebih dari satu dekade, berbagai proses dan percobaan dilakukan hingga akhirnya menghasilkan formula yang dinilai tepat.

“Prosesnya cukup panjang. Setelah fermentasi menggunakan ragi selama sekitar tiga bulan, hasilnya disaring hingga menjadi Wine Mangga. Sedimentasi yang tersisa kemudian dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan produk lain, sehingga hampir tidak ada limbah yang terbuang,” ujarnya.

Menurut Srik, sedimen hasil fermentasi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan hand sanitizer, sedangkan hasil olahan kemiri dapat dikembangkan menjadi minyak kemiri, lulur, hingga bahan sauna. Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, kawasan Silimalombu tidak hanya dikenal sebagai sentra produksi Wine Mangga, tetapi juga memiliki potensi wisata dengan suasana pedesaan yang asri dan panorama Danau Toba. Wisatawan dapat mengakses lokasi melalui jalur darat maupun penyeberangan danau.

Srik mengajak masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat produk unggulan tersebut untuk mengunjungi stan Pemerintah Kabupaten Samosir di PRSU 2026 sebelum berkunjung langsung ke lokasi produksinya di Silimalombu.

“Bagi masyarakat yang penasaran dengan Wine Mangga, silakan datang ke stan Pemkab Samosir di PRSU. Di sini tersedia berbagai pilihan produk dengan harga yang terjangkau,” katanya. (V24/Red-01)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *