Polres Tubaba Selidiki Kerangka Manusia di Perkebunan Karet Tiyuh Panarangan

Lampung51 views

VIRAL24.CO.ID – TULANGBAWANG BARAT – Aparat Polres Tulangbawang Barat (Tubaba) tengah menyelidiki kasus penemuan kerangka manusia di perkebunan karet Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat.

Polisi mengimbau, masyarakat yang merasa pernah kehilangan anggota keluarga dapat melaporkannya ke Polres Tulangbawang Barat atau kantor polisi terdekat.

“Anggota opsnal masih di lapangan, kita lakukan upaya maksimal di TKP dulu,” ujar Kasat Reskrim Polres Tulangbawang Barat, Iptu Hardanus Tosira, Rabu (31/07/2024).

Hardanus menjelaskan, semula warga sempat menemukan tengkorak kepala saat tengah bekerja membersihkan lahan perkebunan karet, Senin 29 Juli 2024.

Potongan kerangka lainnya kembali ditemukan warga tidak jauh dari lokasi awal ditemukan tengkorak kepala. Potongan kerangka yang kembali ditemukan warga itu yakni tulang rusuk, dan rahang bawah tulang kaki.

Ia belum dapat memastikan, kerangka manusia itu merupakan korban kejahatan atau tidak. Sejauh ini pihaknya tengah mencari informasi identitas kerangka manusia itu.

Dia mengimbau, masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dapat melapor ke Polres Tulangbawang Barat atau ke kantor polisi terdekat.

“Sejauh ini belum ada warga yang melapor ke polres karena kehilangan anggota keluarga. Maka kami imbau untuk masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa datang ke kantor polisi terdekat,” kata dia.

Kepalo Tiyuh Panaragan, Edison mengatakan sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga.

“Untuk saat ini warga kami enggak ada laporan merasa kehilangan anggota keluarga. Kami juga sudah menyebarkan informasi ke masyarakat melalui aparatur tiyuh jika ada yang merasa kehilangan anggota keluarga bisa segera melapor,” ujar dia.

Edison menjelaskan, lokasi penemuan kerangka manusia itu merupakan areal perkebunan karet yang telah lama tidak diurus oleh sang pemilik, sehingga bongkor. Selain itu, jika musim penghujan perkebunan karet itu akan digenangi air.

“Lokasi itu masuk wilayah Suku 6, kalau pas banjir memang airnya masuk sampai situ,” kata Edison. (V24/Ferdi)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *