VIRAL24.CO.ID – KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal secara resmi memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang di pusatkan di Pendopo Tumenggung Bahurekso Senin (11/12/2023).
Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Windu Suko Basuki, Sekda Ir Sugiono MT, Perwakilan Forkopimda, Kepala OPD/Camat, Paguyuban Kades dan undangan lainnya. Selesai peringatan di Pendopo mengikuti pemutaran film anti korupsi di Gedung Perpustakaan Daerah.
“ASN tidak boleh kaya. Kalau ada yang kaya, itu patut digarisbawahi dan patut dipertanyakan. Darimana mendapatkan hartanya dan bagaimana cara mendapatkannya,” tandas Windu Suko Basuki.
Wabup Kendal menegaskan dirinya ingin mengajak untuk berfikir secara logika. Menurutnya, terlepas ASN tersebut kaya karena warisan yang cukup besar dari keluarganya, namun secara prinsip ASN tidak boleh kaya dan tidak bisa kaya.
“Bagaimana bisa kaya? Karena dengan gaji, TPP (tambahan penghasilan pegawai) itu habis untuk makan dalam satu bulan. Saya pernah bicara dengan ASN yang sudah mengabdi dinas selama 13 sampai 14 tahun, saya tanya berapa tabunganmu hari ini? Mereka katakan tidak punya, itu salah satu contoh. Artinya selama kerja hanya untuk makan saja. Kalaupun ada yang punya sepeda motor, itupun mengaku cicilan,” jelasnya.
“Nah hal-hal yang seperti itu, perlu kita evaluasi, apalagi sampai ada praktik jual-beli jabatan. Jadi camat sekian, jadi kabid sekian, itu naif sekali lah. Insya-Allah di periode ini, mudah-mudahan tidak terjadi. Kalau pribadi, Insya-Allah saya sendiri tidak akan melakukan hal itu,” tandas Wabup Kendal.
Sebelum nya Sekda Kendal mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kendal sejak awal memiliki komitmen dalam memberantas korupsi dari berbagai sisi. Tujuan dari peringatan ini untuk memberikan kesadaran untuk tidak melakukan korupsi, bagi pegawai maupun jajarannya, kepala desa atau lainnya.
Untuk menghindari terjadinya kasus korupsi juga membutuhkan peran aktif dari masyarakat.Karena korupsi merupakan bentuk kejahatan yang luar biasa dan sistematis sehingga perlu pengawasan dari masyarakat.
Untuk lebih menekan terjadinya korupsi. Pada peringatan ini juga dipasang spanduk anti korupsi di berbagai OPD atau lainnya. “Sapu bersih korupsi untuk Kendal lebih maju lagi” kata Sugiono.
Sementara itu Kajari Erny Veronica Maramba sebelumnya telah mengajak kepada ASN atau lainnya untuk mengedepankan pola hidup sederhana dengan konsep, Jujur Kepribadianku, Jabatan Amanahku, Sederhana Gaya Hidupku. Dengan konsep tersebut berarti mengedepankan konsep gaya hidup sederhana yang berarti bulan miskin.
Bagi kita yang terbaik ada pengabdian dan pelayanan pada masyarakat. Korupsi tidak terjadi bila kita mencegahnya. Marilah kita bersama membangun Kendal tanpa korupsi. (Muhamad Rohadi)






