VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyoroti ketimpangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah yang masih menjadi tantangan pembangunan di Sumut. Ia mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Bank Indonesia (BI), dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkecil kesenjangan, terutama di empat kabupaten di Kepulauan Nias yang masih tergolong daerah tertinggal.
Bobby menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan BI Sumut Ameriza Ma’aruf Moesa di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota di Sumut belum merata. Sekitar 10 kabupaten/kota mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif, sementara sejumlah daerah lainnya masih menghadapi tantangan pertumbuhan.
“Pertumbuhan tidak begitu merata, mungkin sekitar 10 kabupaten/kota. Tantangannya di Sumut ada yang sangat baik sekali dan buruk sekali (pertumbuhan ekonomi), kita masih punya daerah tertinggal di Kepulauan Nias. Mudah-mudahan kita bisa mengurangi ketimpangan itu,” kata Bobby.
Meski demikian, Bobby mengapresiasi sinergi BI, Pemprov Sumut, dan para pemangku kepentingan yang dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta pengendalian inflasi. Berdasarkan data yang disampaikannya, ekonomi Sumut tumbuh 5,06% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 4,98%.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam menjaga perekonomian, meskipun 18 kabupaten/kota di Sumut terdampak bencana pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumut sebelumnya, Rudy Brando Hutabarat, menekankan tiga aspek utama selama masa jabatannya, yakni kolaborasi, inovasi, dan sinergi (KIS). Menurutnya, ketiga aspek tersebut mendukung berbagai upaya menjaga stabilitas ekonomi, termasuk pengendalian inflasi dan stabilisasi harga kebutuhan pokok pada hari besar keagamaan. Ia juga menyebut Sumut meraih posisi ketiga terbaik dalam pengendalian inflasi melalui inovasi yang dilakukan.
Kepala Perwakilan BI Sumut yang baru, Ameriza Ma’aruf Moesa, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sumut mencapai 5,11% pada 2026, dengan inflasi sekitar 3,1%. Untuk mendukung proyeksi tersebut, BI akan mengoptimalkan potensi sektor ketenagakerjaan dan pariwisata melalui kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya.
Gubernur BI Destry Damayanti menambahkan, Sumut memiliki potensi besar dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Pengukuhan tersebut turut dihadiri para kepala daerah se-Sumut, kepala perwakilan BI se-Sumatera, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor, unsur Forkopimda, konsul negara sahabat, pimpinan instansi vertikal, rektor, akademisi, dan OPD terkait. (V24/RT)






