Penertiban ‘Pak Ogah’ di Depan Komplek MMTC, Enam Orang Diamankan

Medan122 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Aparat Kecamatan Medan Tembung bersama Kelurahan Sidorejo, Polsek Medan Tembung, dan Babinsa melakukan penertiban terhadap ‘pak ogah’ atau pengatur lalu lintas ilegal di depan Komplek MMTC, Jalan Willem Iskandar, Kamis (7/8/2025). Dalam operasi tersebut, enam orang diamankan dan dibawa ke Polsek Medan Tembung untuk menjalani pembinaan.

Camat Medan Tembung, Muhammad Pandapotan Ritonga, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan atas instruksi langsung Wali Kota Medan, Rico Waas, menyusul keluhan masyarakat terkait keberadaan ‘pak ogah’ di simpang Jalan Perjuangan yang dianggap meresahkan.

“Kami mendapat perintah langsung dari Pak Wali Kota untuk menertibkan ‘pak ogah’ di simpang Jalan Perjuangan karena meresahkan masyarakat,” ujar Ritonga.

Ia menambahkan, para ‘pak ogah’ yang terjaring tidak membawa identitas diri. Mereka kemudian dibawa ke Polsek Medan Tembung untuk dibina selama sehari guna menimbulkan efek jera.

“Jika memang mereka warga kita, pihak keluarga akan kami panggil agar perbuatan tersebut tidak terulang kembali,” jelasnya.

Camat menyebut, pembinaan lanjutan akan dilakukan di kantor kecamatan, termasuk proses pendataan atau ‘iris mata’. Ketika ditanya soal tes urine, ia mengatakan belum ada pemeriksaan tersebut di Polsek.

Ritonga juga menjelaskan bahwa para ‘pak ogah’ kerap beroperasi di kawasan Medan Tembung yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Deliserdang, khususnya di persimpangan menuju MMTC. Titik tersebut kerap mengalami kemacetan, terutama pada jam sibuk seperti pagi, siang, dan sore hari.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan Polsek dan jajaran Pemko. Pengawasan akan terus dilakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berencana menggandeng Dinas Perhubungan untuk merancang rekayasa lalu lintas di area tersebut. Menurutnya, simpang itu merupakan titik rawan macet karena padatnya aktivitas dari MMTC, UNIMED, dan MAN 2.

“Saya berharap, melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan, kemacetan di kawasan tersebut dapat dikurangi,” pungkasnya. (Vin)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *