Pemprov Sumut Targetkan Penanaman Mangrove 27 Hektare pada 2026

Sumut4 views

VIRAL24.CO.ID – SERDANGBEDAGAI – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan penanaman mangrove seluas 27 hektare sepanjang 2026 sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem pesisir.

Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, saat menghadiri puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 di KTH Wisata Hutan Pantai Romantis, Desa Sei Naga Lawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Sulaiman, penguatan gerakan penanaman pohon dan mangrove merupakan langkah konkret dalam menghadapi dampak perubahan iklim, sekaligus menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi.

“Penguatan gerakan penanaman pohon dan mangrove menjadi solusi nyata menghadapi perubahan iklim dengan menjaga kawasan pesisir dari abrasi serta menjadi investasi lingkungan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Ia menegaskan pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan guna mendukung target pembangunan rendah karbon dan pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, lingkungan yang terjaga akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sulaiman menjelaskan target penanaman mangrove tahun 2026 mencakup kawasan seluas 27 hektare, yang terdiri atas 12 hektare di Kepulauan Nias dan 15 hektare di Kabupaten Serdangbedagai.

“Tahun 2026 ditargetkan penanaman mangrove seluas 27 hektare, terdiri dari 12 hektare di Kepulauan Nias dan 15 hektare di Kabupaten Serdangbedagai,” katanya.

Selain program penanaman mangrove, Pemprov Sumut juga telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara Nomor 600.11/2472/2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri di Sumatera Utara.

Melalui gerakan tersebut, seluruh 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara secara rutin melaksanakan kegiatan gotong royong yang melibatkan aparatur sipil negara, pelajar, mahasiswa, masyarakat, dunia usaha, hingga organisasi kemasyarakatan.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat melalui konferensi video menyampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim, Demi Masa Depan Bumi yang Berkelanjutan”.

Menurut Jumhur, peringatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dan aksi nyata dalam menghadapi Triple Planetary Crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi.

Ia juga mengajak masyarakat melakukan “tobat ekologis” dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga sebagai langkah sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan.

“Tantangan lingkungan tersebut memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui langkah-langkah konkret yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui berbagai program tersebut, Pemprov Sumut berharap upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan lebih optimal sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di Sumatera Utara. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *