VIRAL24.CO.ID – MEDAN — Pemerintah Kota (Pemko) Medan mendorong penguatan ekonomi daerah melalui target penyediaan 50.000 lapangan kerja dengan mengintegrasikan data pencari kerja dan kebutuhan dunia usaha. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja, memperkuat daya saing sumber daya manusia (SDM), serta menciptakan iklim investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Medan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan, pencapaian target tersebut tidak cukup hanya dengan mendorong investasi dan membuka lowongan pekerjaan. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan tenaga kerja sesuai kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.
Hal itu disampaikannya saat membuka Seminar Hasil Kajian Strategis Penyediaan 50.000 Lapangan Kerja dan Kebutuhan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Medan Tahun 2026 di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Rabu (28/10/2026).
Menurut Rico, sektor ketenagakerjaan memiliki keterkaitan langsung dengan pergerakan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, dan pengurangan ketimpangan. Ia menyebutkan, tingkat pengangguran terbuka di Medan turun dari 8,13 persen menjadi 7,99 persen pada 2025. Namun, penurunan tersebut perlu diikuti langkah terukur melalui pemetaan jumlah pencari kerja, kompetensi lulusan baru, serta kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.
Untuk memperkuat hubungan antara tenaga kerja dan dunia usaha, Pemko Medan akan mendorong penyatuan data dari perguruan tinggi, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), serta pelaku usaha.
Pendataan juga mencakup perusahaan besar, UMKM, restoran, dan hotel agar kebutuhan pekerja dapat diketahui dan dipertemukan dengan calon tenaga kerja yang sesuai. Rico menilai, integrasi data tersebut dapat membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja sekaligus mempermudah pemerintah memetakan potensi penyerapan tenaga kerja dari sektor usaha.
Selain memperluas kesempatan kerja, Pemko Medan merencanakan pengembangan fasilitas pelatihan melalui pembangunan BLK. Program pelatihan dan sertifikasi profesi akan diarahkan sesuai kebutuhan industri agar tenaga kerja memiliki keterampilan yang relevan dengan pasar.
Rico juga mendorong kajian skema pembiayaan pelatihan bagi masyarakat yang terkendala biaya, termasuk kemungkinan kerja sama dengan perbankan. Ia menilai, ketersediaan SDM terampil dan data tenaga kerja yang akurat dapat meningkatkan daya tarik investasi karena perusahaan memiliki kepastian mengenai potensi tenaga kerja di Medan.
Sebelumnya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Medan Benny Iskandar melaporkan, kajian strategis tersebut berlangsung sejak Agustus 2026 dengan melibatkan tiga tenaga ahli dan bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU). Kajian yang semula berfokus pada kebutuhan BLK diperluas untuk mendukung target 50.000 lapangan kerja, meliputi pemetaan pasar kerja, kesenjangan kompetensi, serta kebutuhan pelatihan dan sertifikasi.
Hasil kajian akan menjadi dasar rekomendasi kebijakan, pembentukan BLK sesuai kebutuhan pasar, dan penyusunan peta jalan penciptaan lapangan kerja periode 2026–2029 guna mendukung pertumbuhan ekonomi Medan. (V24/ART/RT)







