VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut baik tawaran kerja sama dari Bank Sumut terkait digitalisasi sistem parkir di Kota Medan. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan transparansi sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor parkir.
Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima kunjungan silaturahmi Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank Sumut, Sandhy Sofyan bersama jajaran di Balai Kota Medan, Selasa (10/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bank Sumut menawarkan konsep digitalisasi sistem parkir menggunakan teknologi QR Code dinamis. Melalui sistem ini, transaksi parkir dapat tercatat secara digital sehingga lebih transparan. Selain itu, pemerintah daerah juga dapat memantau titik parkir, besaran tarif, hingga identitas juru parkir yang bertugas.
Menanggapi hal tersebut, Rico Waas yang didampingi Asisten Umum Laksamana Putra Siregar, Kepala Bapenda Medan M Agha Novrian, Plt Kepala BKAD M Ashari Lubis, serta Kabag Perekonomian Muhammad Reza Hanafi menyatakan Pemerintah Kota Medan terbuka terhadap inovasi yang dapat meningkatkan pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah.
Menurutnya, Pemko Medan pada prinsipnya mendukung berbagai upaya transformasi digital, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan publik dan tata kelola keuangan daerah yang lebih akuntabel.
Sementara itu, Sandhy Sofyan menjelaskan bahwa Bank Sumut berencana memulai pilot project digitalisasi parkir di Kota Medan setelah Idulfitri. Kota Medan diharapkan menjadi daerah pertama di Sumatera Utara yang menerapkan sistem tersebut secara bertahap.
Selain pengembangan sistem parkir digital, Bank Sumut juga tengah mendorong transformasi menjadi bank transaksional melalui program satu juta merchant guna memperluas ekosistem pembayaran digital di daerah.
Bank Sumut juga membuka peluang pembiayaan bagi juru parkir untuk mendukung operasional mereka dalam sistem parkir digital. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pengelolaan parkir di Kota Medan dapat menjadi lebih tertata, transparan, serta memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap pendapatan asli daerah (PAD). (Vin)






