Bantuan Pendidikan Strategi Pemko Medan Bangun Ekonomi Berkelanjutan

Ekonomi, Medan9 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan memperkuat upaya peningkatan ekonomi masyarakat melalui penyaluran bantuan biaya pendidikan kepada 214 mahasiswa dari keluarga prasejahtera. Program Tahun Anggaran 2026 ini menjadi bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk memperluas kesempatan memperoleh pekerjaan layak, meningkatkan pendapatan keluarga, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan, bantuan pendidikan tidak hanya bertujuan meringankan biaya kuliah, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya. Hal itu disampaikannya saat penyerahan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa Kota Medan di Hotel Grand Kanaya, Medan, Jumat (23/10/2026).

Menurut Rico, pendidikan tinggi merupakan modal penting untuk meningkatkan kualitas SDM dan memperluas akses terhadap pekerjaan yang lebih baik. Ketika mahasiswa berhasil menyelesaikan pendidikan dan memperoleh pekerjaan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Karena itu, ia meminta mahasiswa memanfaatkan bantuan tersebut untuk menunjang perkuliahan, mengembangkan kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Rico menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan juga diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap pembangunan ekonomi Kota Medan.

Ia mengajak mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan agar kelak berkontribusi melalui ilmu dan keahlian yang dimiliki. Pemko Medan, lanjutnya, akan mengkaji penambahan kuota bantuan pada tahun mendatang agar semakin banyak mahasiswa dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.

Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khoiruddin Rangkuti menjelaskan, 214 mahasiswa penerima bantuan berasal dari keluarga kategori Desil 1 hingga Desil 5. Bantuan disalurkan dengan besaran bervariasi, maksimal Rp6 juta per mahasiswa setiap semester.

Persyaratan penerima antara lain memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri dan 3,25 bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta. Program ini diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga sekaligus mencegah mahasiswa putus kuliah akibat keterbatasan biaya.

Mewakili mahasiswa penerima bantuan, Muhammad Fahrezi Harahap, mahasiswa semester 7 Universitas Negeri Medan (Unimed), menyampaikan bahwa bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah sekaligus penyemangat untuk menyelesaikan pendidikan. Ia berharap program ini dapat membantu memutus rantai putus kuliah akibat persoalan ekonomi.

Melalui peningkatan akses pendidikan tinggi, Pemko Medan menargetkan lahirnya SDM yang lebih kompeten dan produktif sehingga memiliki peluang lebih besar memasuki dunia kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, serta ikut menggerakkan perekonomian daerah. (V24/ART/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *