Pemkab Taput Optimalkan Pusdalops untuk Perkuat Penanganan Bencana

VIRAL24.CO.ID – TAPANULI UTARA – Bupati Tapanuli Utara memimpin rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat meningkatnya intensitas hujan. Rapat berlangsung dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BMKG, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Aula Martua, Kantor Bupati Tapanuli Utara, Kamis (5/11/2026).

Rapat tersebut digelar menyusul prakiraan bahwa sejumlah wilayah Indonesia akan memasuki puncak musim penghujan pada November–Desember. Sebagai daerah yang memiliki potensi kerawanan bencana hidrometeorologi, Kabupaten Tapanuli Utara dinilai perlu memperkuat kesiapsiagaan melalui koordinasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa pengalaman menghadapi bencana hidrometeorologi pada 2025 harus menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan. Bencana tersebut berpotensi menimbulkan tanah longsor, pohon tumbang, serta berbagai dampak lain yang dapat merugikan masyarakat.

“Kita sudah memiliki pengalaman dari kejadian bencana tahun 2025. Bencana hidrometeorologi dapat mengakibatkan tanah longsor, pohon tumbang dan berbagai dampak lainnya. Keterlambatan dalam melakukan antisipasi dapat mengakibatkan kerugian yang lebih besar. Prinsip kita adalah lebih baik melakukan pencegahan dan penanganan sejak dini daripada bertindak setelah bencana terjadi,” tegas Bupati.

Untuk memperkuat kesiapan daerah, Bupati menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kesiapan personel, sarana, dan prasarana pendukung. BPBD juga diminta melakukan pemetaan wilayah rawan bencana agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat ketika terjadi keadaan darurat.

Bupati turut meminta dukungan penuh TNI dan Polri dalam pengamanan serta penanganan bencana, termasuk menyiagakan personel untuk membantu masyarakat apabila terjadi kondisi darurat.

Sementara itu, seluruh OPD, camat, dan kepala desa diminta segera memeriksa kondisi infrastruktur di wilayah masing-masing. Pemeriksaan terutama difokuskan pada jembatan, jalan, dan saluran drainase yang berpotensi mengalami gangguan saat hujan dengan intensitas tinggi.

Bupati juga menyampaikan bahwa pada tahun sebelumnya Kabupaten Tapanuli Utara mendapat apresiasi dari satuan tugas karena dinilai termasuk salah satu daerah yang cepat tanggap dalam penanganan keadaan darurat bencana.

“Harapan kita tentu tidak terjadi bencana pada tahun ini. Namun, kita tidak boleh lengah dan harus tetap siaga. Kita harus memastikan seluruh unsur sudah siap sehingga apabila terjadi keadaan darurat, penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari penguatan sistem penanggulangan bencana, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah menyediakan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, pemantauan, pengendalian informasi, dan operasional dalam menghadapi situasi kebencanaan.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Dandim 0210/TU, Kapolres Tapanuli Utara, Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara, Kepala BMKG Silangit, serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.

Melalui koordinasi ini, pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah kabupaten, TNI, Polri, BMKG, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat. Dengan demikian, kesiapsiagaan dan mitigasi bencana dapat ditingkatkan untuk melindungi keselamatan masyarakat serta menjaga keberlangsungan aktivitas di Kabupaten Tapanuli Utara. (TD)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *