OJK Dorong Literasi Keuangan Syariah di Pesantren Usman Syarif Medan

Ekonomi9 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat melalui kegiatan edukasi yang digelar di Pondok Pesantren Usman Syarif, Kota Medan, Selasa (10/3).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) yang bertujuan memperluas pemahaman masyarakat mengenai prinsip, produk, dan layanan keuangan syariah melalui berbagai program edukasi di sejumlah daerah di Indonesia.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Khoirul Muttaqien mengatakan peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah menjadi salah satu fokus OJK dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang diselenggarakan OJK bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan konvensional tercatat sebesar 66,46 persen dengan tingkat inklusi 79,71 persen. Sementara itu, literasi keuangan syariah mencapai 43,42 persen dan inklusi keuangan syariah 13,41 persen.

Menurut Khoirul, data tersebut menunjukkan potensi pengembangan keuangan syariah di Indonesia masih sangat besar.

“OJK akan terus memperkuat program edukasi serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah meningkat dan mendorong pemanfaatan produk serta layanan keuangan syariah secara lebih luas,” ujarnya.

Melalui berbagai program edukasi dan sinergi dengan pemangku kepentingan, OJK berharap tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, baik konvensional maupun syariah, terus meningkat sehingga capaian survei berikutnya pada 2026 dapat menunjukkan hasil yang lebih baik.

Dalam momentum Ramadan, OJK bersama pelaku usaha jasa keuangan syariah, asosiasi industri, kementerian dan lembaga terkait, serta para penggerak literasi keuangan juga melaksanakan kampanye GERAK Syariah secara nasional.

Pimpinan Pondok Pesantren Usman Syarif, Hamzah Fanshuri Saragih, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan edukasi keuangan syariah di lingkungan pesantren tersebut.

Kegiatan edukasi menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga, di antaranya OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatera Utara. Para narasumber memaparkan materi terkait literasi keuangan, peran penjaminan simpanan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, serta pengenalan produk dan layanan keuangan syariah.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis pembukaan rekening Simpanan Pelajar Syariah (SimPel iB) kepada santri yang difasilitasi BPD Sumatera Utara. Program ini bertujuan mendorong peningkatan inklusi keuangan syariah di kalangan pelajar sekaligus menanamkan kebiasaan menabung sejak dini.

OJK menilai pesantren memiliki peran strategis dalam penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Selain sebagai lembaga pendidikan keagamaan, pesantren juga memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.

Melalui kegiatan ini, para santri dan santriwati diharapkan memiliki literasi keuangan yang baik serta dapat menjadi agen literasi keuangan syariah di tengah masyarakat. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *