Sektor Jasa Keuangan Sumut Stabil, OJK Catat Pertumbuhan Positif

Ekonomi6 views

VIRAL24.CO.ID – JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah tersebut tetap terjaga di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik global.

Inflasi Sumatera Utara pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,86 persen, terutama dipengaruhi kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara sepanjang 2025 mencapai 4,53 persen.

Dari sisi struktur ekonomi, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan porsi 25,32 persen hingga triwulan IV 2025. Adapun pertumbuhan tertinggi dicatat sektor transportasi dan pergudangan sebesar 10,74 persen, sementara sektor konstruksi dan administrasi pemerintahan mengalami kontraksi.

Kinerja Perbankan Tetap Solid

Pada sektor perbankan, kinerja intermediasi hingga Februari 2026 menunjukkan kondisi stabil. Dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp340,2 triliun atau tumbuh 4,19 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Penyaluran kredit mencapai Rp315,12 triliun atau meningkat 4,27 persen yoy. Risiko perbankan juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) sebesar 1,91 persen dan loan at risk (LaR) sebesar 6,65 persen.

Di sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR), total aset tumbuh 10,40 persen menjadi Rp3,15 triliun. Kredit meningkat 9,09 persen menjadi Rp2,34 triliun dan DPK naik 8,31 persen menjadi Rp2,3 triliun. Namun, rasio NPL BPR meningkat menjadi 10,50 persen.

Dalam upaya menjaga integritas sistem keuangan, OJK juga mendorong pemberantasan judi online dengan meminta perbankan melakukan enhanced due diligence (EDD) serta pemblokiran terhadap 33.252 rekening terindikasi.

Sektor Asuransi dan Dana Pensiun

Pada sektor perasuransian dan dana pensiun, investasi dana pensiun per Januari 2026 mencapai Rp1,31 triliun atau tumbuh 7,95 persen yoy.

Namun, kinerja asuransi umum pada Februari 2026 mengalami penurunan dengan premi sebesar Rp197 miliar atau turun 50,38 persen yoy, sementara klaim meningkat 5,10 persen menjadi Rp162 miliar. Pada asuransi jiwa, premi turun 21,87 persen menjadi Rp1,19 triliun, dan klaim turun 2,37 persen menjadi Rp1,03 triliun.

Pembiayaan dan Fintech Tumbuh

Di sektor pembiayaan, piutang perusahaan pembiayaan mencapai Rp24 triliun atau naik 2,73 persen yoy dengan rasio non performing financing (NPF) sebesar 2,85 persen.

Industri pergadaian swasta mencatat penyaluran Rp672,2 miliar sepanjang 2025 atau tumbuh 101,84 persen. Sementara pinjaman daring (fintech lending) mencatat outstanding Rp3,56 triliun atau meningkat 34,01 persen dengan tingkat wanprestasi (TWP90) sebesar 1,70 persen.

Modal ventura juga tumbuh signifikan dengan pembiayaan Rp741,4 miliar atau naik 53,59 persen yoy, sedangkan lembaga keuangan mikro (LKM) mencatat pembiayaan Rp8,9 miliar atau tumbuh 28,20 persen yoy.

Pasar Modal Meningkat

Kinerja pasar modal di Sumatera Utara juga menunjukkan tren positif. Jumlah investor yang tercatat dalam Single Investor Identification (SID) mencapai 1.036.492 atau tumbuh 64,25 persen.

Nilai transaksi saham turut meningkat, dengan transaksi penjualan mencapai Rp11,92 triliun atau naik 135,51 persen yoy, dan pembelian sebesar Rp12,2 triliun atau meningkat 103,95 persen yoy.

Selain itu, terdapat 11 emiten asal Sumatera Utara serta perkembangan investasi melalui securities crowdfunding (SCF) dengan total dana Rp8,74 miliar.

Edukasi dan Pelindungan Konsumen

Sepanjang Januari–Februari 2026, OJK Sumut telah menindaklanjuti 573 pengaduan masyarakat, didominasi sektor perbankan dan fintech.

OJK juga terus memperluas edukasi keuangan di berbagai daerah serta menjalankan program keuangan syariah melalui GERAK Syariah.

Arah Kebijakan

Ke depan, OJK akan terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan melalui pengawasan, mitigasi risiko, serta koordinasi dengan berbagai pihak.

Selain itu, OJK juga menetapkan kebijakan baru, termasuk regulasi reksa dana berbasis emas sebagai bagian dari upaya pendalaman pasar keuangan. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *