Merdeka Institute dan JMSI Bersinergi Tingkatkan Kualitas SDM Media Siber

Banten12 views

VIRAL24.CO.ID – SERANG – PT Merdeka Solusi Inovasi Digital (Merdeka Institute) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang media melalui pelatihan jurnalistik, diskusi publik, workshop, seminar, focus group discussion (FGD), serta kegiatan media monitoring.

Penandatanganan MoU dilakukan di sela peringatan enam tahun berdirinya JMSI yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Banten, Minggu (8/2/2026). Kegiatan tersebut juga bertepatan dengan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Kota Serang pada 6–9 Februari 2026.

Nota kesepahaman ditandatangani Direktur Utama Merdeka Institute Mulia Siregar dan Ketua Harian JMSI Ari Rahman. Kerja sama tersebut disaksikan Menteri Koperasi RI Dr. Ferry J. Juliantono, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri HAM RI Mugiyanto, Ketua Umum JMSI Dr. Teguh Santosa, perwakilan JMSI dari 32 provinsi, sejumlah kepala daerah, serta perwakilan berbagai institusi.

Merdeka Institute merupakan lembaga pemikir, peneliti, dan pelaksana survei yang didirikan oleh para jurnalis alumni Harian Merdeka dan Rakyat Merdeka. Berkedudukan di Jalan Perjuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, lembaga ini berfokus pada isu sosial, politik, ekonomi, dan kebangsaan.

Sementara itu, JMSI adalah jaringan perusahaan media siber yang dideklarasikan pada 8 Februari 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sebagai salah satu konstituen Dewan Pers, JMSI yang berkantor pusat di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, saat ini memiliki sekitar 990 anggota yang terdiri dari perusahaan penerbit media online di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Merdeka Institute Mulia Siregar menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM media di tengah disrupsi industri pers akibat pesatnya perkembangan teknologi digital dan media sosial.

“Awak media harus terus meningkatkan keterampilan, memperluas pengetahuan, dan terus belajar agar tidak terdampak disrupsi media,” ujar Mulia Siregar usai penandatanganan MoU.

Ia menambahkan, Merdeka Institute yang dihuni para jurnalis senior memiliki posisi strategis untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas SDM media nasional. “Sinergi Merdeka Institute dan JMSI diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas SDM media,” tegasnya.

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menegaskan pentingnya kehadiran media siber yang profesional di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Ia mengutip pernyataan Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat yang mengibaratkan kondisi media saat ini seperti “banjir bandang”.

“Di saat banjir, air menjadi keruh dan kotor. Namun masyarakat tetap membutuhkan air bersih. Media diharapkan dapat menjadi ‘air bersih’ di tengah banjir informasi media sosial,” ujar Teguh Santosa.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan pentingnya memperbanyak jurnalis intelektual, yakni jurnalis terdidik yang bekerja dengan kerangka berpikir ilmiah dan profesional.

“Banyak pendiri bangsa ini memiliki tradisi menulis dan jurnalisme. Melalui tulisan, mereka memberi pencerahan kepada masyarakat. Karena itu, kita perlu memperbanyak jurnalis intelek agar ruang publik dipenuhi oleh kerangka berpikir yang jernih dan positif,” ujar Dahnil. (V24/Red)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait