Listrik Padam di Sumut hingga 18 Jam, Ekonomi dan Layanan Publik Terganggu

Sumut30 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Pemadaman listrik di wilayah Sumatera Utara terjadi sejak Jumat (22/5/2026) sore hingga Sabtu (23/5/2026) siang. Durasi pemadaman diperkirakan mencapai rata-rata 12 hingga 18 jam di sejumlah daerah.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, meminta PT PLN segera menghadirkan strategi mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, langkah mitigasi harus diawali dengan investigasi dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan.

“Masalah listrik ini berdampak langsung terhadap hajat hidup orang banyak. Karena itu, persoalan ini harus menjadi perhatian serius agar tidak terulang kembali,” kata Sutarto, Sabtu (23/5/2026).

Ia menilai pemadaman listrik tersebut telah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, termasuk sektor ekonomi dan pelayanan publik.

“UMKM terdampak, pelayanan kesehatan terganggu, termasuk aspek keamanan di berbagai wilayah,” ujarnya.

Sutarto juga meminta PLN menyampaikan informasi secara akurat dan real time apabila terjadi pemadaman susulan. Menurutnya, keterbukaan informasi penting agar masyarakat dapat mengantisipasi kondisi dan tidak panik.

“Kalau ada pemadaman susulan, masyarakat harus diberikan informasi secara akurat. Namun, saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tambahnya.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari.

“Penghematan bisa dimulai dari hal sederhana di rumah, seperti mengurangi penggunaan listrik, gas, maupun bahan bakar minyak,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan kelistrikan yang menyebabkan sebagian wilayah di Pulau Sumatera mengalami blackout.

Darmawan menjelaskan, indikasi awal gangguan terjadi pada jaringan transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai, Jambi, yang diduga terdampak gangguan cuaca.

Akibat gangguan tersebut, sistem transmisi keluar dari sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera sehingga memicu pemadaman di sejumlah wilayah. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *