VIRAL24.CO.ID – PALUTA – Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Pemburu Pelaku Tindak Pidana Korupsi Republik Indonesia (DPC LPP-TIPIKOR RI) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang diketuai Akhiruddin Siregar mengatakan, Bimtek yang dilaksanakan di lima hotel di Kota Medan yaitu Hotel Garuda, Hotel Fave, Hotel Griya, Hotel Antares dan Hotel Kanaya mulai hari Minggu 22 Mei s/d 25 Mei 2022 adalah penghianatan kepada masyarakat Kabupaten Padang Lawas Utara pada umumnya.
Hal tersebut di sampaikan oleh Akhiruddin Siregar saat dikonfirmasi oleh wartawan di lokasi pelaksanaan (Bimbingan Teknis) Bimtek yang sedang berjalan untuk 386 Desa se Kabupaten Padang Lawas Utara yang terbagi menjadi 12 Kecamatan, Selasa (24/5/2022).
Akhiruddin Siregar menambahkan, berkaitan dengan pelaksanaan Bimtek yang diselenggarakan oleh Baruga Sinergi Institute (BSI) tersebar di 5 (Lima) titik hotel sebagai tempat kegiatan Bimtek bertentangan dengan akidah Paluta Beradap dan Beradat yang menjadi simbol Pemekaran Kabupaten Muda tersebut.

Akhiruddin Siregar menyampaikan hal tersebut kepada yang mengaku sebagai Panitia Bimtek saat di mintai keterangan mengapa Bimtek ini di selenggarakan di wilayah hotel yang lingkungannya banyak SPA dan Bar ucap Akhiruddin Siregar saat didampingi beberapa wartawan kepada Panitia Bimtek di salah satu Hotel. Selain itu Akhiruddin Siregar juga menyampaikan mengapa dibiarkan kehadiran peserta yang mengikuti Bimbingan Hanya 10% dari jumlah yang keseluruhan peserta Hampir 200 orang sebagai peserta di aula hotel tersebut.
Termasuk juga Fasilitas hotel yang tidak layak beliau pertanyakan menurut besaran biaya mencapai Rp.5,000,000,- (Lima juta Rupiah) per peserta dengan fasilitas yang tidak memadai bagi penginapan Bimtek di beberapa Hotel yang tersedia. Begitu pula dengan ketersediaan kamar yang mana setiap peserta yang membayar Rp.5.000.000,- / peserta harusnya di fasilitasi 1 (Satu) kamar hotel masing-masing peserta, namun yang terjadi 2 (dua) orang peserta yang membayar masing-masing Rp.5.000.000,- hanya di fasilitasi 1 (satu) kamar untuk 2 (dua) orang.
Saat dipertanyakan wartawan kepada Ketua DPC LPP-TIPIKOR RI Akhiruddin Siregar mengapa beliau mengeluarkan kalimat penghianatan terhadap masyarakat Padang Lawas Utara Bimtek yang di selenggarakan di Medan, beliau menjelaskan, pertama Bimtek dilaksanakan tidak ada dilakukan Musyawarah desa (Musdes), kedua Bimtek dilaksanakan setiap tahunnya yang mana hingga saat ini manfaat bimtek yang sudah terlaksana lebih dari 3 (tiga) tahun berturut-turut dengan biaya pertahunnya puluhan milliar condong kepada rekreasi bagi peserta yang turut di dalam Bimtek tersebut, ketiga Bimtek dilaksanakan tanpa memandang apakah desa tersebut memiliki biaya atau sudah cairkan dananya atau tidak.
“Sepanjang pengamatan dan pengawasan saya sudah berulang kali dilakukan bimtek ini ada beberapa Kepala desa yang menjadi korban, termasuk ada kepala desa yang berurusan dengan aparat penegak hukum karna memiliki utang kepada Rentenir untuk biaya Bimtek dan tidak sanggup membayar bunga dan pokoknya, Ungkap Akhiruddin Siregar kepada wartawan, Selasa (24/5/2022).
Akhiruddin Siregar berharap agar aparat penegak hukum tidak berkaloborasi dalam pelaksanaan Bimtek. Saya sebagai ketua DPC LPP-TIPIKOR RI minta segera periksa lembaga pelaksana Bimtek ini cetusnya.
Di tempat yang sama, Kepala Biro Viral24.co.id juga mempertanyakan tanggapan panitia terkait hal yang diutarakan Ketua DPC LPP-TIPIKOR RI, namun hingga kegiatan selesai beliau yang mengaku sebagai Panitia Bimtek Hanya menjawab “Mengertilah Abang situasi ini dan Harap Maklum, karna ini kan sudah rutinitas setiap tahun dan semua tau juga mengetahui kok cetus Beliau yang mengaku sebagai salah satu panitia dan beranjak pergi. (M.D.Simamora)






