VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Polemik dugaan wanprestasi menyeret nama Kepala Desa (Kades) Celawan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Tuhadi, sang kades, dituding tidak menepati janji pengembalian dana sebesar Rp100 juta yang diterimanya dari mitra kerja sama penggarapan sawah pribadinya.
Menurut keterangan Rinaldi selaku pemberi dana, Tuhadi menawarkan penggarapan sawah seluas 15 rantai dengan perjanjian pinjaman Rp100 juta. Dana tersebut, kata Tuhadi, akan digunakan untuk membeli bibit ikan. Kesepakatan awal, uang itu dikembalikan setelah satu tahun masa garapan selesai.
Namun, setelah satu tahun berjalan, penggarapan dihentikan karena hasil dinilai tidak memuaskan. Tuhadi kemudian berjanji mengembalikan dana dalam waktu satu bulan, tetapi tidak ditepati. Setelah beberapa kali meminta penundaan, ia baru membayar Rp50 juta. Sisanya dibayarkan secara mencicil hingga kini masih tersisa Rp4 juta.
“Awalnya beliau janji sebulan, lalu minta tempo lagi. Setelah itu hanya dibayar Rp50 juta. Sisanya dicicil lama, sering mengulur waktu. Terakhir tinggal Rp4 juta lagi,” kata Rinaldi kepada wartawan di Medan, Jumat malam (3/10/2025).
Rinaldi menyebut, sisa dana sempat diserahkan Tuhadi kepada sekretaris desa untuk dibayarkan, namun tak kunjung diterima. “Sekretarisnya terkesan menutupi dan selalu beralasan. Seminggu kemudian hanya diberikan Rp1 juta. Masih tersisa Rp4 juta lagi,” ungkapnya.
Berdasarkan rekaman percakapan antara Rinaldi dan Tuhadi, selain membicarakan pelunasan utang, juga muncul pembicaraan soal dana desa. Hal ini memunculkan spekulasi adanya kaitan dengan keuangan desa.
Dalam rekaman itu, Tuhadi mengakui telah memerintahkan Bendahara Desa Celawan, Dara, untuk melunasi sisa utang. Ia berdalih pembayaran tersebut akan diganti setelah pencairan dana desa. Tuhadi bahkan mengungkapkan kekecewaannya terhadap Dara yang tidak segera menyalurkan dana sesuai perintahnya.
“Kepercayaan saya ke dia sudah mulai habis. Borok dia semua saya sudah tahu. Pernah saya tes untuk antarkan uang, tidak juga dilakukan. Kan kurang ajar,” ujar Tuhadi dalam rekaman percakapan telepon.
Tuhadi juga menyatakan siap menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. “Soal laporan ke polisi, itu hak bapak. Kalau saya, tidak ada perkara yang tidak selesai. Kita selesaikan saja secara kekeluargaan,” katanya.
Rinaldi mengaku kecewa karena persoalan ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berdampak pada keluarganya. “Kami dibuat malu. Orang tua kami batal berangkat umrah karena uang tak kunjung kembali. Kami sudah banyak kehilangan waktu dan biaya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Bendahara Desa Celawan, Dara, yang disebut mengetahui aliran dana tersebut, belum memberikan tanggapan meski telah dicoba dikonfirmasi wartawan.
Kasus ini menambah sorotan publik terhadap tata kelola dana desa, yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi. (V24/Red)










