Jembatan Cinta Kasih Aek Poring Pulihkan Akses Warga Siantar Naipospos

VIRAL24.CO.ID – TAPANULI UTARA — Akses masyarakat Desa Siantar Naipospos, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, kini kembali terhubung setelah Jembatan Cinta Kasih Aek Poring resmi diresmikan, Sabtu (12/9/2026).

Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi warga untuk beraktivitas, mengangkut hasil pertanian, serta memudahkan anak-anak menuju sekolah.

Jembatan gantung yang dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan itu diresmikan Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan, Mujianto, di Desa Siantar Naipospos. Jembatan tersebut dibangun untuk menggantikan jembatan sebelumnya yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada 25 November 2025.

Bupati Tapanuli Utara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi atas kolaborasi dalam pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, kehadiran jembatan tidak hanya memulihkan akses masyarakat, tetapi juga membuka kembali konektivitas warga menuju wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah yang sebelumnya terganggu akibat bencana.

Dalam kesempatan itu, Bupati didampingi Sekretaris Daerah, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan Camat Adian Koting, juga menyampaikan rencana pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Dusun Lobu Haminjon, Desa Siantar Naipospos. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara siap mendukung pembangunan tersebut dengan syarat masyarakat menyediakan lahan yang layak.

Selain pembangunan jembatan, Pemkab Tapanuli Utara juga telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan infrastruktur di kawasan tersebut. Pada Tahun Anggaran 2026, melalui APBD, pemerintah memprogramkan perbaikan jalan dan jembatan pada ruas Simpang Lapogambiri–Pancur Batu–Siantar Naipospos–Lobu Haminjon di empat lokasi dengan pagu anggaran Rp2,5 miliar.

Program tersebut direncanakan berlanjut hingga 2028 dengan usulan anggaran sebesar Rp50 miliar sesuai data R3P. Pembangunan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan guna meningkatkan konektivitas serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan, Mujianto, mengatakan pembangunan Jembatan Cinta Kasih Aek Poring merupakan bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada masyarakat. Ia mengungkapkan, pihak yayasan sempat mempertimbangkan kembali pembangunan jembatan karena kondisi akses menuju lokasi yang sangat sulit, terutama setelah bencana alam.

Namun, hasil survei terakhir menunjukkan kondisi masyarakat yang memprihatinkan. Anak-anak sekolah bahkan harus berenang menyeberangi sungai untuk mengikuti pendidikan, sementara jembatan gantung darurat yang dibangun Pemkab Tapanuli Utara pada Desember 2025 juga telah mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut akhirnya mendorong Yayasan Buddha Tzu Chi untuk merealisasikan pembangunan Jembatan Cinta Kasih Aek Poring. Masyarakat pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkab Tapanuli Utara serta Yayasan Buddha Tzu Chi atas hadirnya jembatan yang dinilai sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Peresmian jembatan ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemberian cendera mata berupa ulos kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan. (TD)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *