Hadiri Ibadah Syukur Awal Tahun 2022 HKBP di Tarutung, Gubernur Ingatkan Pentingnya Persaudaraan dan Kasih Sayang Manusia

VIRAL24.CO.ID – TAPANULI UTARA – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengingatkan bahwa perbedaan keyakinan dan budaya merupakan pilihan dan keniscayaan yang ada pada semua orang. Namun kondisi itu, perlu dilengkapi dengan hadirnya kasih sayang sesama manusia yang memberikan manfaat satu sama lain.

Demikian disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat menghadiri Ibadah Syukur Awal Tahun 2022 Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Sopo Nomensen, Kantor Pusat HKBP Pearaja, Tarutung, Tapanuli Utara (Taput), Selasa (4/1).  Hadir di antaranya Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Ephorus HKBP Robinson Butarbutar, Anggota DPR RI Martin Manurung, para kepala daerah sekawasan Danau Toba, serta seluruh undangan dan jemaat. Turut mengikuti Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan melalui video konferensi jarak jauh.

Pada acara ibadah dengan Topik ‘Sehati, Sepikir dalam satu Kasih, Satu Jiwa dan Satu Tujuan’ itu, Gubernur menyampaikan bahwa perbedaan dirinya sebagai pemeluk agama Islam dengan penganut agama lain, tidak perlu menjadikan keakraban hubungan renggang  atau bertentangan. Sebab menurutnya, sekalipun keyakinan berbeda, namun dalam kemanusiaan semua harus bisa menjalin persahabatan dan persaudaraan.

Pada 2022 yang ditetapkan HKBP sebagai tahun Kesehatian, Gubernur menyampaikan hubungan judul tersebut dengan kasih sayang, siapapun orangnya. Karena itu, ia menekankan pentingnya rasa persaudaraan sesama manusia, sesama warga bangsa Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Terakhir, Edy pun menuturkan bagaimana pengalamannya saat bertugas di Papua, yang hampir 90% penduduknya menganut agama Kristen. Namun ia mengaku nyaman hidup di wilayah Timur Indonesia itu. Meskipun berbeda dari segi agama, namun harmonis dalam bernegara.
Sementara Ephorus HKBP, Pdt Robinson Butarbutar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur yang mengajak semua warga untuk mengedepankan persahabatan dan persaudaraan. Sebab keduanya dibutuhkan dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat.

Sebagai jawaban dari anjuran Gubernur dalam kebersamaan, pihaknya pun menyampaikan program yang sejalan dengan Tahun Kesehatian yakni akan mengadakan kemah-kemah pemuda. Mengingat perlunya menjalin keakraban, tidak hanya HKBP atau agama tertentu, tetapi juga bersama ormas seperti NU, Muhammadiyah dan lainnya.
Dari jarak jauh, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan juga menyampaikan kepada hadirin, agar seluruh jemaat HKBP kompak dan tidak egois. Jika semua manusia punya sifat egois, dalam kebersamaan seluruhnya harus mengedepankan kepentingan yang lebih besar. Sehingga tidak ada satupun yang merasa paling hebat dari yang lain. (VIN)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *