Bupati Taput Rakor Nasional Bahas Inflasi, DTSEN dan Program 3 Juta Rumah

VIRAL24.CO.ID – TAPANULI UTARA – Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia secara virtual, Senin (13/7/2026). Rakor tersebut diikuti dari Ruang Rapat Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara.

Bupati didampingi Sekretaris Daerah Henry M.M. Sitompul, para staf ahli bupati, asisten, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Rakor dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri dan diikuti para kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah agenda strategis, di antaranya perkembangan pengendalian inflasi di daerah, progres pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, peluncuran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Versi 3 Tahun 2026, serta evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program Tiga Juta Rumah.

Menteri Dalam Negeri dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi. Pemerintah daerah juga diminta mempercepat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 serta mengoptimalkan pemanfaatan DTSEN sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Menanggapi arahan tersebut, Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara akan terus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan laju inflasi di daerah.

“Pengendalian inflasi merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah harus terus bersinergi dan responsif dalam mengantisipasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi stabilitas harga di Kabupaten Tapanuli Utara,” ujar Bupati.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 serta mengoptimalkan pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang efektif, terarah, dan tepat sasaran. (TD)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *