VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam penyusunan kebijakan fiskal serta pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah kabupaten merupakan ujung tombak pelayanan publik sehingga koordinasi antarpemerintahan harus terus diperkuat.
Hal itu disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Welcome Dinner Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang dirangkaikan dengan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Deliserdang di Graha Bhineka Perkasa Jaya, Lubukpakam, Deliserdang, Rabu (1/7/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby mengusulkan agar APKASI tidak hanya menyampaikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah pusat, tetapi juga kepada pemerintah provinsi sebagai mitra strategis pemerintah kabupaten.
“Rekomendasi langsung ke kementerian terkait itu bagus. Namun, kadang-kadang kita juga perlu rekomendasi kepada pemerintah provinsi. Ini penting untuk mengurangi kesenjangan hubungan serta menyinkronkan kebijakan fiskal dan anggaran antara provinsi dan kabupaten,” ujar Bobby.
Menurut Bobby, komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten akan memperkuat sinkronisasi program pembangunan sehingga pelaksanaannya lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Pada kesempatan itu, Bobby juga mengusulkan agar skema pajak kendaraan bermotor tidak diterapkan secara seragam di seluruh daerah. Menurutnya, kota-kota besar dapat mengenakan tarif lebih tinggi untuk kendaraan mewah, sedangkan kabupaten maupun kendaraan kategori ekonomi, seperti Low Cost Green Car (LCGC), dapat diberikan skema yang lebih proporsional agar distribusi kendaraan dan potensi penerimaan opsen pajak lebih merata.
Selain itu, Bobby mengumumkan Pemerintah Provinsi Sumut akan menambah alokasi Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) kepada pemerintah kabupaten/kota pada Juli 2026. Kabupaten Deliserdang menjadi salah satu daerah yang akan menerima alokasi cukup besar.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan HUT APKASI di Deliserdang karena dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, terutama bagi sektor perhotelan, UMKM, dan usaha kuliner melalui kehadiran ratusan kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Sementara itu, Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Deliserdang sebagai tuan rumah HUT ke-26 APKASI. Menurutnya, momentum tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Deliserdang dan HUT Bhayangkara ke-80, tetapi juga menjadi ruang untuk mengevaluasi arah pembangunan daerah.
Asri mengatakan pemerintah kabupaten saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dinamika regulasi, percepatan digitalisasi pelayanan publik, penguatan ketahanan pangan akibat perubahan iklim, hingga keterbatasan fiskal dalam penyediaan infrastruktur dasar.
“Di tengah keterbatasan anggaran, kita dituntut kreatif dan inovatif tanpa mengesampingkan pemenuhan hak dasar masyarakat. Kita harus mampu menyatukan suara untuk memformulasikan kebijakan fiskal yang lebih berpihak pada kemandirian daerah,” katanya.
Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi mengatakan APKASI yang lahir 26 tahun lalu merupakan bagian dari semangat Reformasi 1998 untuk memperkuat otonomi daerah dan desentralisasi pemerintahan.
Menurutnya, rangkaian HUT APKASI akan dimanfaatkan untuk mengevaluasi implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, memperkuat jejaring ekonomi antarkabupaten, serta mempromosikan potensi unggulan dan investasi daerah.
“Dalam pertemuan ini kita akan mengevaluasi implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sekaligus memperkuat jejaring ekonomi dan mempromosikan potensi unggulan masing-masing kabupaten,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 200 bupati dari seluruh Indonesia sebagai rangkaian pembukaan HUT ke-26 APKASI sekaligus forum mempererat kerja sama antarpemerintah kabupaten. (V24/RT)








