VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya integrasi Kawasan Industri Medan (KIM), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Pelabuhan Kualatanjung, dan Pelabuhan Belawan sebagai satu kesatuan sistem industri dan logistik yang efisien. Penegasan tersebut disampaikannya saat menerima audiensi jajaran Direksi PT Danareksa (Persero) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Kamis (22/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bobby Nasution menyampaikan bahwa penguatan sektor industri di Sumatera Utara harus didukung oleh efisiensi jalur transportasi, kemudahan logistik, serta tata kelola sumber daya air yang terintegrasi.
“Saya ingin Sumatera Utara menjadi satu kesatuan yang kuat dengan jalur transportasi yang efisien. Kita perlu mengusulkan sistem di mana produk dari kawasan ekonomi mendapatkan kemudahan otomatis hingga ke luar negeri. Jangan sampai setelah keluar dari kawasan justru dikenakan pajak baru yang memberatkan pelaku usaha,” ujar Bobby.
Ia juga mengusulkan pembagian fungsi yang tegas antara Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kualatanjung agar keduanya dapat saling melengkapi dan tidak saling tumpang tindih.
“Kita harus adil dalam membagi peran. Jika Pelabuhan Kualatanjung ingin berkembang, maka fungsinya harus dipisahkan dengan Belawan. Sumatera Utara memiliki keunggulan geografis yang dekat dengan pasar internasional. Potensi ini harus dimaksimalkan agar tidak kalah bersaing dengan kawasan industri di daerah lain,” tambahnya.
Selain itu, Bobby berharap PT Danareksa dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong keterlibatan petani dan pelaku usaha lokal sehingga mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8 persen. Ia menargetkan Sumatera Utara menjadi pusat industri terpadu di wilayah gerbang barat Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Yadi Jaya Ruchandi menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung pengembangan kawasan industri di Sumatera Utara. Saat ini, Danareksa tengah mengajukan proses pengelolaan sejumlah kawasan industri agar dapat dioptimalkan di bawah manajemen perusahaan.
“Kedatangan kami bertujuan memastikan aksi korporasi berjalan dengan baik, termasuk operasional dan penertiban pengelolaan air bawah tanah di Kawasan Industri Medan. Kami telah melakukan investasi dan juga tengah melirik pengembangan di Tanjung Kasau untuk memperluas jangkauan kawasan industri di Sumatera Utara,” kata Yadi. (V24/RT)






