VIRAL24.CO.ID – ACEH BESAR – Relaunching Gedung AMANAH di Aceh mendapat apresiasi dari berbagai pihak sebagai langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi ekonomi kreatif yang sejalan dengan arah pembangunan nasional.
Pengaktifan kembali fasilitas ini dinilai dapat mendorong pengembangan ekosistem kreatif daerah melalui kolaborasi, inovasi, dan peningkatan nilai tambah produk berbasis potensi lokal.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyatakan bahwa kebijakan hilirisasi kini tidak hanya difokuskan pada sektor sumber daya alam, tetapi juga mencakup industri kreatif sebagai penggerak ekonomi baru.
“Hilirisasi industri kreatif menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal agar mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran AMANAH diharapkan dapat menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi pelaku industri kreatif, seperti keterbatasan akses pembiayaan, pasar, dan perlindungan karya.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menilai relaunching AMANAH sebagai momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan ekonomi serta membuka peluang kerja yang lebih luas,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menyebut relaunching ini sebagai awal penguatan konsolidasi dalam membangun generasi muda yang produktif dan berdaya saing.
“Momentum ini diharapkan mendorong kolaborasi yang lebih solutif dan berorientasi hasil,” ujarnya.
Pengembangan hilirisasi berbasis komoditas lokal, seperti kopi dan nilam, juga dinilai menjadi langkah konkret dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Dukungan teknologi serta penguatan ekosistem usaha menjadi faktor penting agar produk lokal mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Relaunching Gedung AMANAH tidak hanya menjadi peresmian fasilitas, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak baru dalam pembangunan ekonomi kreatif Aceh yang inklusif dan berkelanjutan. (V24/Red-01)






