VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Suasana hangat dan kekeluargaan mewarnai silaturahmi antara jajaran pengurus Forum Komunikasi Lembaga Adat (Forkala) Kota Medan dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) bersama Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (3/3/2026).
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang diskusi terkait dinamika masyarakat, termasuk menanggapi Surat Edaran Wali Kota Medan Nomor 500-7.1/1540 tentang penataan lokasi dan pengelolaan limbah penjualan daging non-halal di Kota Medan.
Ketua Forkala Kota Medan, Datuk Adil Freddy, menegaskan dukungannya terhadap kebijakan tersebut. Ia menyampaikan, perbedaan persepsi di masyarakat adalah hal wajar, tetapi tidak boleh menimbulkan kesalahpahaman atau memecah persaudaraan.
Forkala menegaskan komitmennya sebagai lembaga adat di kota multikultural untuk menjaga kondusivitas dan menjadi jembatan komunikasi di tengah masyarakat. Dukungan serupa juga disampaikan Martinus Lase, perwakilan masyarakat Nias, yang siap memberikan pemahaman kepada warga terkait kebijakan pemerintah.
Wali Kota Medan, Rico Waas, mengapresiasi masukan dari Forkala dan FPK. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang diterbitkan bukan untuk melarang, melainkan menata. “Perbedaan persepsi itu wajar. Yang penting kita tetap bersaudara. Surat Edaran tidak dicabut, namun akan disempurnakan dengan mengakomodasi masukan tanpa menghilangkan esensi kebijakan,” jelasnya, didampingi Asisten Pemerintahan dan Sosial Muhammad Sofyan serta Kepala Kesebangpol Andi Mario.
Forkala dan FPK menegaskan sikap untuk berdiri bersama Pemko Medan dalam menjaga kondusivitas kota dan memastikan kebijakan dapat dipahami masyarakat secara menyeluruh. (Vin)






