VIRAL24.O.ID – MEDAN — Anggota Komisi II DPRD Medan, dr Ade Taufiq, menyoroti kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bachtiar Djafar yang dinilai belum optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu terungkap dalam rapat evaluasi kinerja triwulan I RSUD Bachtiar Djafar di ruang Komisi II DPRD Medan, Selasa (14/4/2026).
Menurut Ade Taufiq, rumah sakit milik Pemerintah Kota Medan tersebut masih mengalami berbagai kendala, mulai dari minimnya tenaga medis, keterbatasan sarana dan prasarana, hingga belum berfungsinya sejumlah fasilitas penting.
“Manajemen harus mampu memetakan kekuatan dan kelemahan rumah sakit agar dapat menentukan langkah perbaikan yang tepat,” ujarnya.
Ia menekankan, pimpinan rumah sakit dituntut menghadirkan inovasi dalam pengelolaan manajemen guna meningkatkan kualitas layanan, khususnya bagi masyarakat di wilayah Medan Utara.
Dalam rapat tersebut juga terungkap sejumlah persoalan, di antaranya rendahnya tingkat hunian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) yang hanya sekitar 40 persen dari total kapasitas sekitar 100 tempat tidur. Selain itu, klaim layanan BPJS Kesehatan tercatat sekitar Rp5 miliar dalam setahun terakhir.
Anggota dewan lainnya turut meminta manajemen RSUD Bachtiar Djafar meningkatkan kinerja dan pelayanan agar mampu bersaing dengan rumah sakit swasta di kawasan Medan Utara.
Direktur Utama RSUD Bachtiar Djafar, M Muklis, mengakui masih adanya berbagai kekurangan dan berkomitmen untuk melakukan pembenahan.
“Kami akan berupaya maksimal memperbaiki pelayanan dan berharap mendapat dukungan serta masukan dari DPRD,” ujarnya.
Rapat evaluasi tersebut dipimpin Ketua Komisi II DPRD Medan Kasman Bin Marasakti, didampingi Wakil Ketua Modesta Marpaung, serta dihadiri sejumlah anggota dewan dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan. (Vin)







