VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Hujan deras yang mengguyur Kota Medan mulai Jumat malam (18/11) hingga Sabtu (19/11) mengakibatkan ibukota Provinsi Sumatera Utara ini ‘dikepung’ air.
Sejumlah titik ruas jalan di Kota Medan tergenang dengan debit air diperkirakan mencapai 50-85 cm yang sehingga banyak kendaraan bermotor berbagai yang melintas di kawasan itu mengalami mesin mati alias mogok. Bukan itu saja, tingginya curah hujan beberapa sungai meluap dan airnya melimpah memasuki rumah warga sekitar.
Amatan wartawan, kondisi banjir ini didapati di Jalan Perjuangan Sunggal, Gatot Subroto, Setia Budi, Dr Mansyur, Jamin Ginting, Kuala Bekala Medan Johor, Komplek Tasbi-2, Aksara, Kampung Aur, Sukaramai, Mandala, Letda Sujono bawah tol Belmerah, Jalan Mistar, Panglima Denai, Jalan Air Bersih dan masih banyak lagi.
Melihat kondisi tersebut salah seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Medan dari Fraksi PKS, Dhiyaul Hayati menilai banjir yang masih terjadi di Kota Medan karena luapan sungai yang tak mampu menampung debit air dan sistem drainase yang belum memadai serta masih banyak jalan-jalan dan gang tidak memiliki parit. Selain itu juga, drainase di jalan provinsi diduga bermasalah dan tumpat.
“Kita lihat sejumlah Jalan provinsi sampai saat ini masih juga tergenang. Itu artinya drainasenya tumpat. Seperti di Jalan Flamboyan dan Sakura Raya. Jalanan di sana tergenang, bahkan masuk ke rumah warga. Karena itu Pemko Medan butuh berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat,” kata Dhiyaul Hayati, Sabtu (19/11/2022).
Politisi PKS ini juga meminta agar Balai Wilayah Sungai (BWS) segera melakukan normalisasi sungai-sungai yang melintas di Kota Medan. Tak hanya itu, Dhiyaul juga mengingatkan kembali keberadaan kanal pengendali banjir yang berada di kawasan Titi Kuning. Kanal itu dibangun sebagai upaya mengantisipasi banjir kiriman hulu Sungai Deli.
Legislator asal Dapil 5 ini mengharapkan permasalahan banjir di Kota Medan segera teratasi dengan adanya kolaborasi Pemko Medan bersama pemerintah provinsi dan pusat. Dhiyaul juga meminta agar Dinas Sosial Kota Medan segera membuka dapur umum untuk korban banjir.
Sementara itu, dampak dari banjir, puluhan warga yang runahnya terendam terpaksa mengungsi. Seperti warga di Kuala Bekala Medan Johor. Puluhan warga mengungsi ke mesjid. Begitu juga warga di Kecamatan Medan Sunggal diungsikan ke mesjid sebagai posko sementara. (VIN)








