DPRD Bandung Pelajari Inovasi Pajak Digital QRESTO di Bapenda Medan

Ekonomi, Medan2 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN — Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung melakukan kunjungan kerja ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, kunjungan tersebut untuk memperoleh informasi dan referensi mengenai strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penerimaan pajak daerah, Rabu (19/8/2026).

Rombongan DPRD Kota Bandung yang berjumlah 39 orang dipimpin Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi. Turut hadir Kepala Bapenda Kota Bandung Gun Gun Sumaryana beserta jajaran.

Rombongan diterima Bapenda Kota Medan. Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian berhalangan hadir dan diwakili Kepala Bidang Pajak Hotel, Restoran dan Hiburan, Irfan Parlindungan Lubis.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak bertukar informasi mengenai strategi dan inovasi yang diterapkan Bapenda Kota Medan untuk meningkatkan PAD sekaligus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian rombongan DPRD Kota Bandung adalah QRESTO, sistem pembayaran digital berbasis split payment yang dikembangkan Bapenda Kota Medan bersama Bank Sumut dan Bank Indonesia.

Melalui QRESTO, pembayaran transaksi dilakukan dengan mekanisme pemisahan secara digital antara nilai transaksi dan pajak yang menjadi kewajiban. Sistem tersebut mendukung proses pembayaran, pencatatan, dan pemantauan penerimaan pajak secara lebih transparan dan terukur.

QRESTO menjadi salah satu upaya transformasi digital Bapenda Kota Medan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan pajak daerah sekaligus memberikan kemudahan bagi wajib pajak.

Selain inovasi digital tersebut, pembahasan juga mencakup strategi peningkatan kepatuhan wajib pajak, penguatan pengawasan, pemanfaatan teknologi dalam pelayanan perpajakan, serta optimalisasi potensi dari 11 mata pajak daerah.

Kunjungan kerja tersebut menjadi ruang pertukaran informasi dan pengalaman antara Pemerintah Kota Medan dan Pemerintah Kota Bandung. Kedua pihak membahas berbagai strategi, tantangan, serta praktik pengelolaan pendapatan daerah yang telah diterapkan di masing-masing wilayah.

Melalui kunjungan tersebut, diharapkan terjalin pertukaran praktik baik yang dapat menjadi referensi dalam pengelolaan pendapatan daerah, khususnya dalam meningkatkan PAD dan penerimaan pajak.

Pertukaran pengalaman antardaerah juga diharapkan mendorong lahirnya inovasi dan strategi baru untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah serta mendukung pembiayaan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. (V24/ART/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *