VIRAL24.CO.ID – SIMALUNGUN – Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, membantah pemberitaan salah satu media daring yang menyebut Bupati Simalungun dan Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar menelantarkan bangunan relokasi Pasar Serbelawan.
Siti Aminah menegaskan informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, menurutnya sejak proses pembangunan hingga bangunan selesai pemerintah telah berupaya agar para pedagang segera menempati lokasi relokasi yang disediakan, saat memberikan keterangan, Jumat (3/7/2026).
“Pasca kebakaran Pasar Serbelawan, para pedagang mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk membangun lokasi relokasi agar mereka dapat kembali berdagang, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah kemudian merespons dengan membangun lokasi relokasi yang layak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bangunan relokasi yang dibangun Pemerintah Kabupaten Simalungun terdiri dari 131 unit kios. Seluruh kios telah dilengkapi fasilitas pendukung, seperti jaringan listrik, air bersih, sarana sanitasi, serta penataan lingkungan yang dirancang bebas dari genangan dan banjir.
Siti Aminah mengatakan pemerintah kecamatan juga telah beberapa kali menggelar sosialisasi dan rapat koordinasi bersama para pedagang. Pada 4 Februari 2026, dilakukan pertemuan dengan pedagang, khususnya pedagang kain, untuk membahas mekanisme pembagian kios.
Selanjutnya, pada 6 Februari 2026, pemerintah bersama perwakilan pedagang meninjau lokasi relokasi sekaligus melaksanakan pembagian kios melalui sistem undian. Dalam proses tersebut, sebagian pedagang menyampaikan keberatan karena menginginkan posisi kios yang sama seperti di pasar lama sebelum kebakaran.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar kembali menggelar rapat koordinasi pada 13 Februari 2026 yang dihadiri para pedagang dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca). Dalam pertemuan itu, seluruh pihak akhirnya menyepakati hasil pembagian kios.
“Setelah kesepakatan tercapai, kami berharap para pedagang segera menempati kios yang telah disiapkan. Namun hingga saat ini sebagian besar pedagang belum menempatinya,” kata Siti Aminah.
Untuk mempercepat pemanfaatan bangunan relokasi, pemerintah kecamatan berencana kembali menggelar rapat koordinasi bersama para pedagang pada Senin (6/7/2026) guna mencari solusi agar seluruh kios dapat segera difungsikan.
Sementara itu, pengelola Pasar Serbelawan, Darma Saragih, mengatakan pihaknya terus membuka akses ke lokasi relokasi dan melakukan pengawasan terhadap seluruh fasilitas yang tersedia.
“Kami selaku pengelola senantiasa membuka akses gerbang bangunan relokasi dan terus melaksanakan pengawasan terhadap seluruh fasilitas yang ada,” ujarnya.
Darma juga membantah isu yang menyebut bangunan relokasi digunakan untuk aktivitas negatif.
“Sama sekali tidak benar jika dikatakan bangunan relokasi dijadikan tempat kegiatan negatif. Kami terus melakukan pemantauan dan penjagaan secara rutin di lokasi tersebut,” tegasnya.
Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar mengimbau masyarakat agar menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan mengedepankan fakta. Pemerintah juga berharap seluruh pihak mendukung upaya percepatan pemanfaatan bangunan relokasi agar aktivitas perdagangan di Pasar Serbelawan dapat kembali berjalan normal. (V24/RT)






