VIRAL24.CO.ID – TAPANULI UTARA – Bupati Tapanuli Utara dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. menyambut baik diskusi bersama Aliansi Mahasiswa Peduli Tapanuli Utara yang digelar di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Senin (11/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan mahasiswa yang berjumlah 12 orang menyampaikan aspirasi terkait permasalahan kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah Tapanuli Utara.
Menanggapi hal tersebut, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah melakukan berbagai langkah intervensi dalam mengatasi persoalan distribusi pupuk.
“Saya sudah beberapa kali mengumpulkan distributor, meninjau langsung gudang, hingga menurunkan alat untuk membantu distribusi,” ujar Bupati.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PT Pupuk Indonesia serta menekankan perlunya solusi atas kendala produksi dan distribusi pupuk dari PT Pupuk Iskandar Muda Aceh.
Menurutnya, permasalahan pupuk tidak sepenuhnya dapat diintervensi secara langsung oleh pemerintah daerah, sehingga diperlukan sinergi berbagai pihak dalam penyelesaiannya.
“Kita juga siap membentuk satgas yang terdiri dari pemerintah daerah dan Forkopimda dengan melibatkan media massa dan mahasiswa,” jelas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan teguran keras kepada kios pupuk yang bermasalah. Apabila pelanggaran kembali terjadi, izin usaha akan dicabut.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya maksimal untuk mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi secara tepat sasaran serta mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan pengawasan.
“Terima kasih atas masukan adik-adik mahasiswa. Kita akan tetap berupaya semaksimal mungkin,” lanjutnya.
Selain itu, Bupati juga menjelaskan bahwa pada beberapa kecamatan telah diterapkan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) menjadi “harga kewajaran”, di mana Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memberikan subsidi ongkos distribusi dari kecamatan hingga ke desa. (TD)






