BPBD Sumut Tetapkan Lima Jalur Utama sebagai Zona Rawan Longsor

Sumut110 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menetapkan sedikitnya lima jalur utama di wilayahnya sebagai zona rawan longsor, berdasarkan hasil identifikasi dan pemetaan tingkat frekuensi kejadian selama tiga tahun terakhir.

Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, menjelaskan bahwa peta kerawanan ini disusun untuk memperkuat langkah mitigasi menjelang rapat koordinasi seluruh kepala daerah dan kepala BPBD se-Sumatera Utara yang akan digelar besok.

“Peta kerawanan longsor di wilayah Sumut kami susun berdasarkan tingkat frekuensi kejadian dalam tiga tahun terakhir. Ada beberapa jalur yang perlu diwaspadai, mulai dari Medan–Berastagi, Siborongborong–Padangsidimpuan, Siborongborong–Tapanuli Utara, Merek–Dairi, hingga Gunungsitoli–Nias Barat,” ujar Tuahta di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (8/10/2025).

Menurutnya, wilayah-wilayah tersebut memiliki tingkat kecuraman tinggi serta potensi peningkatan debit air tanah yang dapat memicu pergerakan tanah saat curah hujan ekstrem.

Sejumlah daerah seperti Kabupaten Karo, Dairi, dan Humbang Hasundutan juga telah berstatus siaga darurat bencana hidrometeorologi, berdasarkan laporan BMKG dan hasil koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota.

“Lokasi-lokasi inilah yang kami antisipasi potensi kerawanannya. Besok saat rapat, kami akan menegaskan kembali kepada seluruh kepala daerah agar menyiapkan langkah siaga bencana di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Tuahta menambahkan, instruksi Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution melalui Surat Nomor 187.54/5/IMSD/2025 telah mewajibkan seluruh bupati dan wali kota menyiapkan rencana kontinjensi serta surat edaran kewaspadaan di daerah masing-masing.

“Sebenarnya sudah tercantum dalam surat instruksi Gubernur. Namun kami merasa perlu menegaskan kembali kepada para kepala daerah sebagai pemangku kepentingan utama,” jelasnya.

Selain itu, BPBD Sumut juga akan meminta bukti berupa edaran resmi dari pemerintah kabupaten/kota yang menegaskan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat, terutama pelaku wisata, pengusaha, dan kelompok masyarakat yang beraktivitas di kawasan perbukitan atau lereng curam.

“Kami akan meminta bukti edaran dari bupati dan wali kota yang mencakup seluruh objek kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan wisata, religi, maupun ekonomi di daerah perbukitan,” ujar Tuahta.

Diketahui, jalur Medan–Berastagi menjadi salah satu wilayah paling rawan longsor di Sumut, dengan titik kritis di kawasan Sibolangit dan Bandar Baru. Sementara itu, jalur Merek–Dairi serta Siborongborong–Padangsidimpuan kerap mengalami longsor besar setiap tahun akibat curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang labil.

BPBD Sumut juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di kawasan berlereng curam serta segera melaporkan tanda-tanda longsor seperti retakan tanah atau pohon miring ke posko siaga terdekat.

“Kita tidak bisa mengendalikan cuaca, tetapi kita bisa mengendalikan kesiapsiagaan. Karena itu, semua pihak—baik pemerintah, pengusaha, maupun masyarakat—harus aktif mencegah terjadinya korban,” pungkasnya. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *