VIRAL24.CO.ID – TULANGBAWANG – Sejumlah wali santri mengeluhkan mahalnya permintaan biaya pelantikan Pengurus Organisasi Santri Pondok Modern (OSPM) Pondok Modern Al furqon Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat. Membuat sebagian wali santri sangat keberatan terhadap kebijakan yang diberlakukan.
Pasalnya, dana pelantikan Pengurus OSPM periode 2024-2025 yang mesti dikucurkan mencapai jutaan rupiah. Dari informasi yang diperoleh wartawan, untuk santri atau laki-laki mesti mengeluarkan dana Rp1. 350.000 dan santriwati atau perempuan Rp1, 4 juta. Dana jutaan itu rencananya akan digunakan untuk membeli atribut pelantikan.
Salah satu wali santri mengaku, tidak pernah diajak musyawarah dalam menentukan nominal kegiatan itu, yang dinilainya memberatkan.
“Kami tidak pernah rapat sebelumnya bahas iuran ini, anehnya pihak sekolah langsung memberikan surat ini,” ungkap dia kepada wartawan, Jum’at (30/8/2024).
“Jadi dengan nilai segitu kami wali murid sangat keberatan, ini kalau rapat dulu pasti banyak yang tidak setuju. Buat apa beli pakaian saja menghabiskan uang segitu, jadi kami sangat menyayangkan dan merasa keberatan. Apalagi situasi saat ini yang sangat sulit pendapatan. Kalau orang mampu mudah saja, tapi yang enggak mampu orang tua cari uang susah seperti kami ini cuma buruh harian,” lanjut dia.
Kepala MA Istiqomah Islamiyah Pondok Modern Al Furqon, Syahid Mujibur Rohman, enggan berkomentar banyak perihal keluhan wali santri terkait permintaan dana yang dianggap memberatkan itu.
“Silahkan dikonfirmasi ke kepengasuhan PM Al Furqon,” tulis Syahid singkat.
Kepala Staf Pengasuhan Santri, Rasyid Ridho Al Hafidz mengatakan, nominal permintaan dana pelantikan pengurus OSPM itu telah mendapatkan keringanan. Ia menjelaskan, dana yang diminta itu akan dipergunakan untuk membeli atribut santri yang masuk dalam pengurusan OSPM.
“Iya termasuk pengurusnya, itu anaknya di pondok sudah diberi keringanan biaya. Setiap tahun ada pergantian kepengurusan dan tahun ini anaknya masuk dalam kepengurusan santri (ospm). Yang dimaksud pungli itu biaya untuk pembuatan seragam pengurus OSPM, kalau di sekolah umum OSIS,” terang dia.
Disinggung, terkait keluhan wali santri yang tidak pernah dilibatkan dalam penentuan besaran dana, Rasyid menyatakan tidak mengetahui dan meminta wartawan untuk mengkonfirmasi ke kepala sekolah.
“Kalau itu saya kurang tau karena bukan jalur saya. Yang tau kepala sekolah MA dan pimpinan, kalau saya kepala pengasuhan santrinya,” ungkap dia. (V24/Ferdi)






